Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Yoga sering disebut tak hanya sebatas olahraga, tetapi juga kegiatan meditasi yang bermanfaat bagi kesehatan mental manusia. Tak jarang, ketika melakukan yoga, seseorang hingga secara tak sadar mengeluarkan air mata atau menangis.
Bagi yang tak pernah melakukan yoga, melihat seseorang menangis sambil melakukan gerakan yoga mungkin aneh. Namun, bagi mereka yang sudah akrab dengan dunia yoga, hal tersebut ternyata merupakan hal lumrah.
Melansir dari washingtonpost.com, Selasa, (9/11), Direktur Medis, Manhattan Physical Medicine and Rehabilitation in New York City, Loren Fishman, mengatakan biasanya seseorang bisa menangis hingga satu atau dua menit ketika melakukan yoga. Hal itu dikatakannya sebagai hal yang normal dan menandakan tujuan yoga untuk menenangkan tubuh dan pikiran telah berjalan maksimal.
Ia menjelaskan, keluarnya air mata itu merupakan bagian dari reaksi tubuh ketika otot-otot dan otak mengalami peregangan hingga mencapai klimaks. Reseptor di otot manusia secara langsung terhubungn dengan pusat relaksasi di otak.
“Relaksasi yang mendalam secara tak disadari dapat memicu reaksi emosional intens yang mungkin belum pernah terjamah sebelumnya di otak manusia,” ujar Fishman.
Tingkat reaksi tubuh dan emosi maksimal saat yoga tersebut seringkali terjadi pada orang yang tengah mengalami stres. Baik dengan atau tanpa ia sadari.
Psikolog dari Clemson University, Oriana R. Aragon, mengatakan, seseorang yang sampai menangis ketika beryoga merupakan mereka yang telah berhasil melepas semua penat dan masalah kesehariannya. Meski hanya untuk waktu sesaat, mereka berhasil memfokuskan dirinya hanya pada momen ketika ia menikmati setiap gerakan dan peregangan pada lekuk tubuhnya.
Karena itu, menangis ketika beryoga tak perlu dianggap sebagai hal aneh atau tak lazim. Sebaliknya, Menikmati relaksasi pada tubuh dan otak dengan maksimal akan berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. (Washington Post/M-2)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Cara seseorang merespons tekanan mental sangat menentukan apakah mereka akan terjatuh ke dalam jerat kecanduan atau tidak.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved