Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Pestisida yang kerap kali digunakan secara umum untuk pertanian telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) dalam sebuah penelitian di University of Queensland (UQ).
Para peneliti menganalisis hubungan antara paparan pestisida dan risiko disfungsi ginjal pada 41.847 orang, berdasarkan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS (NHANES).
Associate Professor School of Public Health, Nicholas Osborne mengatakan studi tersebut menemukan orang yang terpapar insektisida Malathion-- insektisida untuk membunuh hama seperti serangga, jamur, atau gulma-- dalam jumlah yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Maldison di Australia, memiliki risiko disfungsi ginjal 25 persen lebih tinggi.
Malathion/Maldison dilisensikan untuk digunakan di bidang pertanian, area rekreasi domestik dan publik untuk pemberantasan nyamuk dan lalat buah dan juga dapat ditemukan di beberapa perawatan kutu kepala.
"Hampir satu dari 10 orang di negara berpenghasilan tinggi menunjukkan tanda-tanda CKD, yaitu kerusakan ginjal permanen dan hilangnya fungsi ginjal," kata Dr Osborne, seperti dikutip dari sciencedaily.com, Kamis (14/10).
Faktor risiko mengembangkan CKD termasuk usia, hipertensi dan diabetes. Dr Osborne mengatakan CKD tanpa penyebab yang diketahui meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah seperti India, Sri Lanka dan Mesoamerika.
"Awalnya, diduga kondisi tersebut terkait dengan tempat kerja pertanian melalui paparan tekanan panas, dehidrasi, penyemprotan pestisida, logam berat dan bahan kimia pertanian," kata Dr Osborne.
"Namun, pencemaran lingkungan, residu pestisida dan obat-obatan herbal yang berpotensi mengandung logam berat juga dapat berkontribusi terhadap CKD," lanjutnya.
Penyebab peningkatan CKD masih belum diketahui tetapi penyemprotan pestisida tanpa alat pelindung diri (APD) dan bekerja di tanah yang terkontaminasi sebagai jalur paparan yang mungkin.
Lebih lanjut, dia juga mengutarakan jika studi UQ adalah yang pertama memberikan bukti yang menghubungkan Malathion dengan risiko kesehatan ginjal yang buruk pada manusia.
"Temuan ini menyarankan kita harus membatasi paparan pestisida, bahkan dalam dosis yang sangat kecil, karena paparan kronis dapat menyebabkan hasil kesehatan yang negatif," kata Dr Osborne.
"Kami akan terus menyelidiki apakah pestisida lain mungkin terlibat dan berencana untuk mengumpulkan data tentang perilaku petani Sri Lanka untuk memeriksa tingkat keterpaparan mereka saat menggunakan pestisida di lapangan," lanjutnya. (Sciencedaily/M-2)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved