Jumat 15 Oktober 2021, 23:23 WIB

Riset ini Temukan Kaitan Pestisida dengan Penyakit Ginjal Kronis

Nike Amelia Sari | Weekend
Riset ini Temukan Kaitan Pestisida dengan Penyakit Ginjal Kronis

123RF
Pestisida ditengarai berkaitan dengan penyakit ginjal kronis.

 

Pestisida yang kerap kali digunakan secara umum untuk pertanian telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) dalam sebuah penelitian di University of Queensland (UQ).

Para peneliti menganalisis hubungan antara paparan pestisida dan risiko disfungsi ginjal pada 41.847 orang, berdasarkan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS (NHANES).

Associate Professor School of Public Health, Nicholas Osborne mengatakan studi tersebut menemukan orang yang terpapar insektisida Malathion-- insektisida untuk membunuh hama seperti serangga, jamur, atau gulma-- dalam jumlah yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Maldison di Australia, memiliki risiko disfungsi ginjal 25 persen lebih tinggi.

Malathion/Maldison dilisensikan untuk digunakan di bidang pertanian, area rekreasi domestik dan publik untuk pemberantasan nyamuk dan lalat buah dan juga dapat ditemukan di beberapa perawatan kutu kepala.

"Hampir satu dari 10 orang di negara berpenghasilan tinggi menunjukkan tanda-tanda CKD, yaitu kerusakan ginjal permanen dan hilangnya fungsi ginjal," kata Dr Osborne, seperti dikutip dari sciencedaily.com, Kamis (14/10).

Faktor risiko mengembangkan CKD termasuk usia, hipertensi dan diabetes. Dr Osborne mengatakan CKD tanpa penyebab yang diketahui meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah seperti India, Sri Lanka dan Mesoamerika.

"Awalnya, diduga kondisi tersebut terkait dengan tempat kerja pertanian melalui paparan tekanan panas, dehidrasi, penyemprotan pestisida, logam berat dan bahan kimia pertanian," kata Dr Osborne.

"Namun, pencemaran lingkungan, residu pestisida dan obat-obatan herbal yang berpotensi mengandung logam berat juga dapat berkontribusi terhadap CKD," lanjutnya.

Penyebab peningkatan CKD masih belum diketahui tetapi penyemprotan pestisida tanpa alat pelindung diri (APD) dan bekerja di tanah yang terkontaminasi sebagai jalur paparan yang mungkin.

Lebih lanjut, dia juga mengutarakan jika studi UQ adalah yang pertama memberikan bukti yang menghubungkan Malathion dengan risiko kesehatan ginjal yang buruk pada manusia.

"Temuan ini menyarankan kita harus membatasi paparan pestisida, bahkan dalam dosis yang sangat kecil, karena paparan kronis dapat menyebabkan hasil kesehatan yang negatif," kata Dr Osborne.

"Kami akan terus menyelidiki apakah pestisida lain mungkin terlibat dan berencana untuk mengumpulkan data tentang perilaku petani Sri Lanka untuk memeriksa tingkat keterpaparan mereka saat menggunakan pestisida di lapangan," lanjutnya. (Sciencedaily/M-2) 

Baca Juga

Dok. AFP/TIMOTHY A. CLARY//GETTY IMAGES/JULIAN FINNEY

Serena Williams Mengaku Kesepian Akut Selama jadi Atlet

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 30 November 2022, 10:56 WIB
Mantan petenis nasional AS, Serena Williams, mengaku merasa kesepian akut selama berkarier sebagai atlet...
unsplash.com/Elsa Donald

Hati-hati, Kebiasaan Menghisap Rokok Elektrik dapat Memicu Gigi Berlubang

👤Nike Amelia Sari 🕔Rabu 30 November 2022, 09:15 WIB
Sekitar 9,1 juta orang dewasa di Amerika dan dua juta remaja menggunakan produk vaping berbasis...
A-Sha/Tasting Table

'Crazy Rich Ramen' ini Dibanderol Rp3,1 Juta Seporsi

👤Devi Harahap 🕔Rabu 30 November 2022, 08:51 WIB
Seperti dilansir dari Tasting Table, Ramen termahal di dunia itu dijual dalam satu set yang berisikan 8 porsi mi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya