Minggu 03 Oktober 2021, 20:17 WIB

Misi Gabungan Jepang dan Eropa Berhasil Mengabadikan Permukaan Merkurius

Galih Agus Saputra | Weekend
Misi Gabungan Jepang dan Eropa Berhasil Mengabadikan Permukaan Merkurius

Dok. ESA dan JAXA
Misi BepiColombo.

 

Sebuah misi ruang angkasa gabungan antara badan antariksa Eropa dan Jepang telah berhasil mengabadikan gambar permukaan planet Merkurius untuk pertama kalinya. Misi bernama BepiColombo itu berhasil mengabadikan beberapa foto permukaan Merkurius, Jumat, (1/10) lalu.

Melalui gambar yang diambil kali ini, belahan utara Merkurius tampak terlihat. Selain itu, ada juga gambar yang memperlihatkan lusinan kawah di permukaannya, termasuk salah satu area yang menjadi lokasi beberapa ledakan vulkanik.

BepiColombo sendiri diluncurkan badan antariksa Eropa (ESA) dan Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang pada 2018. Selain untuk menangkap gambar permukaan, misi ini juga dijalankan untuk mengungkap asal usul dan evolusi Merkurius.

"Peberbangan itu sungguh sempurna dari sudut pandang pesawat ruang angkasa, dan sungguh luar biasa akhirnya melihat planet yang selama ini telah kami targetkan, ”kata Elsa Montagnon, Manajer Operasi Pesawat Ruang Angkasa, seperti dilansir dari Gizmodo, Minggu, (3/10).

Sebagaimana diketahui, dewasa ini hanya dua pesawat ruang angkasa yang pernah melakukan perjalanan ke Merkurius. Mariner 10 ialah yang pertama kali terbang pada 1974 dan 1975, kemudian ada Messenger yang mengorbit di Merkurius mulai 2011 hingga 2015.

Usai misi gabungan kali ini, penerbangan ke Merkurius berikutnya akan berlangsung pada Juni 2022. Empat penerbangan selanjutnya akan dimulai pada Juni 2023, September 2024, Desember 2024, dan Januari 2025.

Pada akhir 2025, misi BepiColombo juga akan memasuki orbit Merkurius. Misi utamanya ialah memetakan permukaan Merkurius termasuk mengenali komposisi, dan medan magnet di dalamnya.

“Sangat menyenangkan melihat gambar pertama Merkurius BepiColombo, dan mengetahui apa yang kami lihat. Ini membuat kami semakin bersemangat untuk mempelajari data sains berkualitas tinggi yang seharusnya kita dapatkan ketika kita berada di orbit sekitar Merkurius, karena ini adalah planet yang benar-benar belum sepenuhnya kita pahami," pungkas Kepala Peneliti Permukaan dan Komposisi Merkurius ESA, David Rothery. (OL-12)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Rupiah Digital sebelum Cryptocurrency

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 28 November 2021, 06:30 WIB
TREN investasi aset kripto tengah meningkat di...
MI

Sudoku edisi 28 November 2021

👤MI 🕔Minggu 28 November 2021, 06:20 WIB
SUDOKU atau dikenal juga dengan tebak angka (number...
MI/M. Tiyok

Jon Bodo: Camilan

👤M. Tiyok 🕔Minggu 28 November 2021, 06:10 WIB
TUMBEN si Jon punya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya