Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda membayangkan berapa harga planet tempat kita hidup? Sebuah perhitungan ilmiah yang mengejutkan mengungkapkan bahwa jika Bumi dapat dijual, harganya bisa mencapai angka US$5 kuadriliun.
Angka fantastis ini bukan sekadar spekulasi, melainkan sebuah peringatan tentang betapa berharganya rumah satu-satunya bagi umat manusia ini.
Dalam dunia yang dikuasai oleh transaksi dan angka-angka, satu pertanyaan yang menggugah muncul: jika Bumi adalah barang yang bisa diperjualbelikan, berapa nilainya?
Profesor astronomi dari Yale University, Greg Laughlin, mencoba menjawabnya melalui pendekatan ilmiah. Menggunakan formula khusus yang mempertimbangkan massa, suhu, usia, hingga kemampuan Bumi untuk menopang kehidupan, ia memperkirakan nilai planet ini bisa mencapai US$5 kuadriliun—atau setara dengan lima ribu triliun dolar.
Angka tersebut tidak hanya mencerminkan nilai fisik planet ini, tetapi juga menyoroti betapa tak ternilainya kehidupan yang ada di atasnya. Sebagai perbandingan, tetangga kita, Mars, hanya dihargai sekitar US$16.000, sementara Venus bahkan lebih rendah lagi—senilai satu sen—namun Bumi tetap menjadi satu-satunya planet yang mampu mendukung kehidupan seperti yang kita kenal.
"Perhitungan harga Bumi ini bukan dimaksudkan untuk transaksi nyata, melainkan untuk menyadarkan kita tentang betapa berharganya planet ini, yang sering kita anggap remeh dan kita nikmati secara cuma-cuma," ujar Dr. Greg Laughlin.
Penilaian ini menegaskan betapa unik dan istimewanya Bumi sebagai satu-satunya planet yang dapat mendukung kehidupan dalam bentuk yang kita kenal.
Namun, penting untuk dicatat bahwa Bumi bukanlah properti pribadi yang dapat dimiliki atau diperjualbelikan. Kepemilikan atas Bumi akan mencakup semua isinya, termasuk manusia dan makhluk hidup lainnya, yang secara hukum dan etika tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, nilai Bumi seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang tak ternilai, yang harus kita jaga bersama untuk keberlanjutan generasi mendatang. (VOI, Mental Floss, The Merge/Z-10)
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved