Senin 21 Juni 2021, 07:10 WIB

Duh, Habitat dan Populasi Gajah Afrika kian Terancam

Galih Agus Saputra | Weekend
Duh, Habitat dan Populasi Gajah Afrika kian Terancam

AFP
Peta persebaran gajah Afrika berikut kronologi tindakan perlindungannya.

Sejumlah pegiat lingkungan khawatir pembukaan tambang minyak baru di belantara Namibia dan Botswana akan merusak ekosistem satwa liar, terutama gajah dan wilayah komunitas lokal.

Rencana pembukaan tambang minyak baru ini dianggap ironis oleh pegiat lingkungan, lantaran para ilmuwan kini tengah menyelidiki penyebab matinya ratusan gajah secara misterius dalam setahun terakhir. Para ilmuwan sementara ini menduga gajah-gajah itu mati karena pemanasan global, yang kemudian membuat ganggang beracun bermekaran di sumber air.

“Tidak dapat dipahami bahwa pencarian bahan bakar fosil oleh ReconAfrica terus berlanjut. Kurang dari 450.000 gajah bertahan hidup di Afrika. 130.000 di antaranya telah menjadikan wilayah ini sebagai wilayah jelajah mereka. ReconAfrica keliru jika menempatkan mereka dalam ancaman langsung," kata Pemerhati Satwa Global March for Rhinos and Elephants, Rosemary Alles seperti dilansir dari The Guardian, Minggu, (20/6).

Sebagaimana diketahui, ReconAfrica sendiri adalah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Mereka kini telah menyewa lebih dari 34.000 km persegi tanah di cekungan Kavango, Nambia. Tahap eksplorasi seismik mereka kini telah dimulai, dan para ahli mengatakan penambangan minyak baru mereka adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. ReconAfrica memperkirakan potensi minyak yang dapat dihasilkan dari lahan ini mencapai kurang lebih 60 miliar hingga 120 miliar barel dan bernilai miliaran dolar.

Pemerintah Namibia mengatakan kini mereka hanya mengijinkan eksplorasi dan tidak memberi izin operasi produksi. Mereka juga mengatakan sumur eksplorasi tidak terletak di kawasan konservasi atau lingkungan sensitif, yang oleh karena itu tidak akan berdampak signifikan pada satwa liar.

Namun demikian, para ilmuwan, pemerhati lingkungan, dan masyarakat setempat mengatakan proyek itu dapat membahayakan pasokan air dan mengancam hutan belantara yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, atau lebih tepatnya di delta Okavango, Botswana.

"Setiap elemen dari proses ini, mulai dari pembuatan jalan baru hingga lokasi pengeboran, kilang, maupun terminal akan menghancurkan ekosistem, termasuk komunitas lokal yang bertahan dengan bertani dan memancing,” imbuh Nnimmo Bassey, Direktur yayasan Health of Mother Earth, sekaligus Ketua Oilwatch Afrika. (M-4)

 

 

Baca Juga

Watchmen/ IMDB

Aktor Serial Watchmen Bakal Main di Film Kupu-Kupu

👤Fathurrozak 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:55 WIB
Film Kupu-Kupu berada di bawah naungan produksi Atomik Film yang bermarkas di...
kidslovetoswim.com

Berenang Membantu Proses Belajar Kosakata Pada Anak

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:30 WIB
Aktivitas olahraga berenang tampaknya tidak hanya berdampak pada kesehatan. Kegiatan ini juga memberi pengaruh pada perkembangan kognitif,...
Unsplash.com/Kelly Sikkema

Kenali Gejala Long Covid-19 pada Anak

👤Kumara Anggita 🕔Kamis 29 Juli 2021, 14:49 WIB
Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat setidaknya 1 dari 8 kasus covid-19 terjadi pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya