Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah pegiat lingkungan khawatir pembukaan tambang minyak baru di belantara Namibia dan Botswana akan merusak ekosistem satwa liar, terutama gajah dan wilayah komunitas lokal.
Rencana pembukaan tambang minyak baru ini dianggap ironis oleh pegiat lingkungan, lantaran para ilmuwan kini tengah menyelidiki penyebab matinya ratusan gajah secara misterius dalam setahun terakhir. Para ilmuwan sementara ini menduga gajah-gajah itu mati karena pemanasan global, yang kemudian membuat ganggang beracun bermekaran di sumber air.
“Tidak dapat dipahami bahwa pencarian bahan bakar fosil oleh ReconAfrica terus berlanjut. Kurang dari 450.000 gajah bertahan hidup di Afrika. 130.000 di antaranya telah menjadikan wilayah ini sebagai wilayah jelajah mereka. ReconAfrica keliru jika menempatkan mereka dalam ancaman langsung," kata Pemerhati Satwa Global March for Rhinos and Elephants, Rosemary Alles seperti dilansir dari The Guardian, Minggu, (20/6).
Sebagaimana diketahui, ReconAfrica sendiri adalah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Mereka kini telah menyewa lebih dari 34.000 km persegi tanah di cekungan Kavango, Nambia. Tahap eksplorasi seismik mereka kini telah dimulai, dan para ahli mengatakan penambangan minyak baru mereka adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. ReconAfrica memperkirakan potensi minyak yang dapat dihasilkan dari lahan ini mencapai kurang lebih 60 miliar hingga 120 miliar barel dan bernilai miliaran dolar.
Pemerintah Namibia mengatakan kini mereka hanya mengijinkan eksplorasi dan tidak memberi izin operasi produksi. Mereka juga mengatakan sumur eksplorasi tidak terletak di kawasan konservasi atau lingkungan sensitif, yang oleh karena itu tidak akan berdampak signifikan pada satwa liar.
Namun demikian, para ilmuwan, pemerhati lingkungan, dan masyarakat setempat mengatakan proyek itu dapat membahayakan pasokan air dan mengancam hutan belantara yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, atau lebih tepatnya di delta Okavango, Botswana.
"Setiap elemen dari proses ini, mulai dari pembuatan jalan baru hingga lokasi pengeboran, kilang, maupun terminal akan menghancurkan ekosistem, termasuk komunitas lokal yang bertahan dengan bertani dan memancing,” imbuh Nnimmo Bassey, Direktur yayasan Health of Mother Earth, sekaligus Ketua Oilwatch Afrika. (M-4)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Chef legendaris Marcus Samuelsson bicara soal masa depan kuliner Afrika. Baginya, "fine dining" sudah ada di akar sejarah Afrika, bukan sekadar tren baru.
Berikut 20 destinasi wisata terbaik yang patut dikunjungi tahun 2026. Kepulauan Komodo menjadi salah satunya.
Penemuan spesies reptil purba Tainrakuasuchus bellator berusia 240 juta tahun, membuka wawasan baru tentang evolusi leluhur buaya dan hubungan geologis Brasil-Afrika.
Seni batas tektonik yang memisahkan Afrika dan Asia sepertinya berjarak semakin jauh. Celah di dekat perbatasan kedua benua ini perlahan-lahan menjauh satu sama lain.
Mpox merupakan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah di sekujur tubuh.
Saat negara-negara Barat menekan bantuan dan memperketat kebijakan migrasi, Spanyol justru memperluas kerja sama dengan Afrika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved