Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejak 2017, Ed Sheeran selalu menjadi musikus yang lagu-lagunya paling banyak diputar di Inggris. Tapi, PPL perusahaan lisensi musik yang memantau musik yang diputar di TV dan radio serta pub dan klub merilis Dua Lipa menjadi musikis yang lagunya paling banyak diputar di Inggris.
Dua single-nya, Physical dan Don't Start Now, termasuk di antara 10 lagu paling populer di siaran radio Inggris. Namun, untuk lagu yang paling banyak diputar secara keseluruhan adalah Blinding Lights milik The Weeknd.
Digeser oleh Dua Lipa, Ed Sheeran pun turun ke peringkat dua sebagai musikus yang lagunya paling banyak diputar, disusul Ariana Grande di urutan ketiga, dan Sam Smith di urutan keempat.
"Terima kasih banyak untuk semua orang yang mendengarkan dan menyukai musik saya selama tahun 2020. Saya sangat bangga, saya adalah musisi yang lagunya paling sering diputar di radio, TV, dan di seluruh Inggris,” katanya dikutip dari BBC, Kamis, (10/6).
"Saya sangat ingin Future Nostalgia membawa kebahagiaan selama masa sulit ini,” lanjut penyanyi berusia 25 tahun itu.
Future Nostalgia dirilis hanya empat hari setelah lockdown awal di Inggris Maret tahun lalu, keputusan yang menyebabkan sang diva itu tidak bisa tidur beberapa malam. Future Nostalgia kemudian menjadi rilisan terlaris tahun 2020 di Inggris, memenangkan album terbaik tahun ini di Brit Awards dan album pop terbaik di Grammy.
Keberhasilan komersial Future Nostalgia juga tecermin dalam kehadirannya di radio dan televisi di mana-mana, dan Lipa adalah musisi perempuan pertama yang menduduki puncak tangga lagu PPL yang paling banyak dimainkan sejak Katy Perry pada tahun 2014.
“Dengan musik live ditutup untuk sebagian besar tahun 2020, pembayaran royalti PPL menjadi sumber pendapatan yang lebih penting bagi para artis ini," kata kepala eksekutif PPL Peter Leathem. (M-2)
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksiĀ empat kali lipat.
PM Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump akhirnya berbicara via telepon di tengah ketegangan diplomatik terkait serangan ke Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved