Minggu 21 Februari 2021, 07:35 WIB

Kebun Binatang di Pakistan ini Berbenah Setelah Dikecam Dunia

Adiyanto | Weekend
Kebun Binatang di Pakistan ini Berbenah Setelah Dikecam Dunia

Farooq NAEEM / AFP
Seorang Penjaga Kebun Binatang Marghazar yang ditutup, di Taman Nasional Bukit Margalla Pakistan.

SEBUAH kebun binatang kumuh di Pakistan yang pernah menjadi rumah bagi apa yang dijuluki sebagai  ‘gajah paling kesepian di dunia, berencana merenovasi secara besar-besaran dengan menggelontorkan anggaran senilai US$7,5 juta.

Kebun bintang ini pernah menjadi sorotan dunia internasional karena menempatkan hewan di dalam kandang beton yang sempit. Aktivis hak-hak hewan pun berkampanye mengecam kebun binatang di Islamabad ini. Mereka berempati  terhadap penderitaan seekor banteng berusia 35 tahun, serta gajah Asia terakhir yang tersisa di negara itu yang hidup sendirian sejak kematian pasangannya delapan tahun sebelumnya.

Kaavan, demikian nama gajah yang kesepian itu, telah dipindahkan ke Kamboja akhir tahun lalu setelah penderitaannya menarik perhatian superstar AS, Cher, yang membantu mengumpulkan dana untuk relokasi besar-besaran itu. Kaavan sekarang hidup di tengah ratusan hektare untuk dijelajahi bersama puluhan temannya di Kamboja utara.

Kebun Binatang Islamabad tidak memiliki vegetasi alami dan banyak hewan di sana tidak bisa berbuat banyak dalam sangkar, selain mondar-mandir terus-menerus. Kondisi kebun binatang yang berdiri pada 1978 itu juga sangat buruk sehingga hakim Pengadilan Tinggi tahun lalu memerintahkannya ditutup dan semua hewannya dipindahkan.

Namun, dua ekor singa mati selama relokasi mereka ketika penjaga kebun binatang berusaha  melepaskan mereka dari kandang dengan membakar tumpukan jerami.

Kementerian perubahan iklim Pakistan kini bertanggung jawab untuk proyek rehabilitasi kebun binatang ini dengan rencana mendirikan pusat konservasi yang jauh lebih baik.

"Kami telah memindahkan sementara sekitar 380 hewan, termasuk monyet, nilgai (antelop), zebra dan beruang,  ke berbagai tempat perlindungan di dalam dan di luar Pakistan," kata Waqar Zakriya dari Dewan Manajemen Margasatwa Islamabad (IWMB).

"Mereka semua akan dibawa kembali, tidak untuk disimpan di penangkaran tetapi di taman nasional di habitat alami," imbuhnya. (AFP/M-4)

 

 

Baca Juga

STEPHANIE KEITH / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Amazon Dituding Diskriminatif pada Buruh Perempuan dan Kulit Hitam

👤adiyanto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:00 WIB
Amazon, kata juru bicaranya, sedang menyelidiki tuduhan yang dibuat dalam gugatan...
MOHAMMED MAHJOUB / AFP

Deretan Bangunan Kuno ini Disulap jadi Hotel Butik yang Cantik

👤Adiyanto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 10:05 WIB
Pada 2010, permukiman itu disulap jadi kawasan wisata dengan deretan hotel butik, yang dibangun di bekas rumah-rumah kuno ...
Lionel BONAVENTURE / AFP

Facebook News akan Dirilis di Jerman pada Mei 2021

👤adiyanto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:00 WIB
Facebook akan membayar penerbit/perusahaan media untuk konten mereka, seperti mingguan Die Zeit dan Der Spiegel, hingga harian regional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya