Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT dan pemimpin militer Prancis dan Rusia, Sabtu (13/2) menguburkan kembali sisa-sisa prajurit mereka yang tewas dalam Pertempuran Vyazma, lebih dari dua abad silam. Tentara Prancis dan Rusia itu tewas selama penyerbuan Napoleon ke Moskow, pada 1812.
Pejabat dan keturunan pemimpin militer Rusia dan Prancis abad ke-19, berkumpul pada upacara pemakaman yang dterpa angin dingin di Vyazma, kota yang berjarak 200 Km barat Moskow, untuk menguburkan kembali sisa-sisa 126 orang yang tewas dalam salah satu pertempuran paling berdarah yang diinisiasi Napoleon.
Peti mati berisi sisa-sisa 120 tentara, serta tiga perempuan dan tiga remaja laki-laki, dimasukkan ke dalam tanah yang tertutup salju yang kemudian diiringi tembakan salvo. "Seiring berlalunya generasi, kematian dan waktu mendamaikan semua orang," kata Yulia Khitrovo, keturunan marsekal Rusia, Mikhail Kutuzov, yang dianggap sebagai pahlawan nasional karena berhasil memukul mundur pasukan Napoleon, pada upacara tersebut.
Pangeran Joachim Murat, keturunan salah satu marsekal paling terkenal di kubu Napoleon (Prancis), juga hadir bersama puluhan orang lainnya. Upacara pemakaman itu dilakukan saat Prancis memeringati peringatan dua abad kematian Napoleon tahun ini.
Upacara tersebut juga menandai momen persatuan antara Rusia dan Eropa, di tengah ketegangan yang meningkat atas serangkaian masalah, termasuk tindakan keras Kremlin terhadap oposisi dalam negeri.
Area perkuburan massal ini pertama kali ditemukan selama pekerjaan konstruksi. Awalnya, ratusan jenazah itu diduga korban Perang Dunia II. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia kemudian menunjukkan, jenazah tersebut adalah korban perang di era Napoleon. “Kebanyakan dari mereka berusia 30-an pada saat tewas,” kata antropolog Tatyana Shvedchikova.
Alexander Khokhlov, kepala ekspedisi arkeologi Rusia mengatakan, penemuan kancing logam di seragam para prajurit itu, membantu mengetahui asal mereka yakni dari resimen infanteri ke-30 dan ke-55 Angkatan Darat Prancis serta resimen infanteri ke-24 Rusia. (AFP/M-4)
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved