Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
SESEORANG mungkin kadang berpikir masa lalunya jauh lebih baik dan lebih mudah jika dibandingkan sekarang. Hal tersebut merupakan cara yang dimainkan pikiran, terutama saat seseorang merasa lemah atau sedang dalam kesulitan.
Psikolog mengungkapkan ingatan seseorang tentang indahnya masa lalu bisa jadi bertentangan dengan fakta yang terjadi sebenarnya. Mark Travers, Ph.D, seorang psikolog menyebut, permainan pikiran itu jarang menilai secara objektif bahwa masa lalu seseorang memang lebih baik atau sebaliknya.
Travers menyebut pola pikir yang ‘cacat’ ini sebagai rosy retrospection, yaitu fenomena psikologis seseorang yang terkadang menilai masa lalu secara tidak proporsional, menganggap lebih positif jika dibandingkan masa kini.
Kata Travers, fenomena tersebut terjadi ketika seseorang berpikir tentang masa lalu akan cenderung berpikir tentang orang, peristiwa, tempat, dan hal-hal secara abstrak. “Dan, ketika seseorang berpikir tentang hal-hal secara abstrak, ia akan lebih cenderung fokus pada generalisasi positif daripada peristiwa detail yang mungkin tidak begitu baik,” seperti dilansir psichologytoday, Kamis (21/1).
Travers mengatakan, dengan kata lain, detail negatif tentang peristiwa masa lalu keluar atau dikesampingkan dari ingatan seiring berjalannya waktu, sementara aspek positif dari pengalaman masa lalu tetap ada.
"Jika ini terjadi, itu bagus. Karena itu akan membuat kita tetap dalam kerangka berpikir positif saat ini. Jika pikiran kita tidak bekerja seperti ini, kecil kemungkinan kita untuk pergi pada liburan yang sama tahun depan, atau terlibat dalam aktivitas lain yang penting untuk kesejahteraan psikologis kita," ungkap Travers.
Faktanya, kata dia, orang yang cenderung mengingat pengalaman negatif lebih banyak daripada pengalaman positif, cenderung menunjukkan gangguan mood seperti depresi. Dengan kata lain, rosy retrospection adalah bias kognitif dan memiliki tujuan penting.
Para peneliti menemukan bahwa optimisme paling rendah pada usia dua puluhan, kemudian meningkat secara bertahap melalui usia tiga puluhan dan empat puluhan, memuncak pada usia lima puluhan, dan secara bertahap menurun setelah itu. Studi lain menemukan bahwa kepuasan hidup di negara-negara Anglo seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Inggris, cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
"Dengan kata lain, ada bukti bagus yang menunjukkan bahwa hari-hari terindah Anda masih akan datang. Dan, meskipun tidak, tetap penting untuk berasumsi bahwa mereka memang benar. Jangan menghindar dari melihat masa lalu dengan tingkat kesukaan tertentu. Tapi, dengan cara yang sama/proporsional. Jangan pula gunakan masa lalu sebagai alasan untuk tidak bahagia di masa sekarang," tutupnya. (M-4)
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Studi terbaru menunjukkan memelihara kucing dapat mengurangi stres, memperkuat kesehatan mental, serta memberikan efek positif bagi kesehatan fisik.
Konferensi internasional psikologi ulayat kali ini menjadi istimewa karena sekaligus memperingati 100 tahun kontribusi ilmiah psikolog ternama Albert Bandura.
Ingin minta maaf dengan tulus? Ini panduan minta maaf dari para ahli.
Dilansir dari The Atlantic, pareidolia merupakan fenomena psikologi saat setiap orang dapat melihat bentuk tertentu pada gambar biasa, namun persepsinya cenderung berbeda dengan orang lain.
Penelitian terbaru ungkap penguin mampu menyemburkan kotoran sejauh 1,3 meter dengan tekanan tinggi. Fakta unik ini bantu pahami perilaku hewan lucu ini.
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Kemajuan teknologi dan hasil riset yang menjanjikan pada tikus telah membuka jalan bagi pengobatan untuk gangguan otak yang mematikan.
Penelitian di India ungkap, mangga bisa aman untuk penderita diabetes tipe 2 jika dikonsumsi terkontrol. Simak manfaat, riset, dan tips aman makannya.
Peneliti menemukan 6% burung liar di Australia memiliki kromosom satu jenis kelamin, tapi organ reproduksi milik jenis kelamin lain.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved