Selasa 12 Januari 2021, 13:00 WIB

Seniman ini Melukis Suara Konser Glastonbury

Galih Agus Saputra | Weekend
Seniman ini Melukis Suara Konser Glastonbury

Oli SCARFF / AFP
Festival Glastonbury 2019

BAGI orang awam mungkin sulit membayangkan bagaimana caranya meukis suara. Namun, tidak bagi Jack Coulter. Seniman asal Irlandia Utara ini telah terbiasa menerjemahkan suara ke dalam bentuk lukisan. Baru-baru ini, ia kembali menyajikan hasil karyanya. Kali ini ia melukis suara salah satu festival musik terbesar di dunia, Glastonbury.

Pelukis berusia 21 tahun itu mengerjakan proyek bersama penyedia aplikasi pemutar musik, Deezer. Hasil karya dibuat Coulter yang merupakan pengidap sinestesia, ketika mendengarkan rekaman atau daftar putar musik Glastonbury 2016 di aplikasi tersebut.

Sinestesia ialah fenomena neurologis. Pengidapnya di dunia 1 : 2000. Mereka mampu melihat suara yang ditangkap telinga dan rasa yang dikecap lidah. Dengan kemampuan tersebut, Coulter mengaku mampu menanggapi suara secara emosional.

“Saya menangkap elemen atmosfer yang indah dari para seniman, sekaligus menyejajarkan nada gelap dari suasana melankolis," katanya, seperti dilansir dari Independent, Selasa, (12/1).

Menurut Coulter kondisi yang dialaminya ini cukup sulit untuk dijelaskan pada orang biasa. Kompleksitas yang ditemui sebagai pengidap sinestesia, membawa hidup dan visi keseniannya ke dalam permainan warna tetrakromatik.

“Saya berharap lukisan saya dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya gambaran bobot dunia yang tercemar polusi suara,” imbuhnya.

Coulter tahun lalu juga sempat memamerkan karyanya. Kala itu ia melukis suara lagu 'Before We Forgot How to Dream', yang menjadi debut musikus, Soak. Ketika mendengarkan musik, Coulter mengaku merasakan dorongan intrinsik dan ekstrinsik untuk melahirkan lukisan.

"Interpretasi visual saya tentang 'suara' dalam musikalitas saat ini terstimulasi ketika saya tenggelam dalam jiwa, estetika, dan persepsi dalam komposisi musik atau karya musik tertentu. Jika lukisan saya dapat menimbulkan pengalaman visual auditori dari Glastonbury bahkan dalam arti sekecil apa pun, itu akan menjadi sangat istimewa. Saya ingin lukisan ini dilihat sebagai satu-satunya visual dari bahasa isyarat musik,” katanya.(M-4)

Baca Juga

AFP/Valerie Macon

Demi Marilyn Monroe, Ana de Armas Tersiksa 9 Bulan

👤Fathurrozak 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:15 WIB
Aktris berdarah Kuba ini merasa tertantang memerankan Marilyn...
123RF

Ogah Keriput Dini? Lakukan 5 Rutinitas ini

👤Putri Rosmalia 🕔Selasa 26 Januari 2021, 21:15 WIB
Kulit lembap ialah kunci. Jaga agar kulit selalu...
Ist

Roadtrip dan Staycation Diprediksi jadi Primadona di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Januari 2021, 19:30 WIB
Tersedianya vaksin Covid-19 di Indonesia, diprediksi jadi pendorong kepopuleran destinasi luar kota tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya