Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA Anda ada waktu senggang di rumah, tidak ada salahnya mengajak anak untuk belajar menggambar. Selain menyenangkan, aktivitas itu merupakan salah satu kegiatan penting dalam proses tumbuh kembang mereka. Sebab, di saat belum fasih mengutarakan pendapat secara verbal, anak biasanya akan berkomunikasi lewat coretan.
"Jadi menggambar selain kegiatan yang menyenangkan seperti bermain, ia juga berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menuangkan ide," kata Pegiat Seni Sanggar Cergam Semarang, Kempho Antaka, dalam 'Edukasi Kreatif Gambar Seri', yang diadakan secara daring oleh Galeri Nasional Indonesia, beberapa waktu lalu.
Meski begitu, lanjut Kempho, ada juga kasus dimana anak tidak suka menggambar. Mereka yang seharusnya suka dengan kegiatan tersebut, justru takut. Hal ini, kata dia, di antaranya disebabkan oleh tekanan orang dewasa di sekelilingnya. Kadang kala orangtua justru mencemooh hasil karya anak mereka, atau ada pula yang membandingkan hasil karyanya dengan anak lain.
"'Ih kenapa gambarmu tidak sebagus kakakmu?' Nah, cara penilaian seperti itu ada kalanya membekas di hati sang anak sehingga ia tidak mau melakukan lagi kegiatan menyenangkan itu atau cenderung pasif," imbuh pegiat seni yang akrab disapa Kak Kempho itu.
Menurutnya, gambar anak itu umumnya menceritakan sesuatu. Ketika diamati, anak-anak biasanya juga terlihat berbicara sendiri (self talking), sembari ia terus berproses dengan gambar yang tengah dibuat. Hal semacam inilah yang harus didukung dengan suasana menggambar yang menyenangkan.
Proses menggambar yang menyenangkan, lanjut Kempho, bisa dimulai dengan menyiapkan kertas gambar. Kertas gambar yang digunakan juga bisa dari berbagai macam jenis kertas, termasuk halaman kosong di balik kalender dan lain-lain.
Ketika mulai menggambar, setiap anak juga tidak boleh takut, bahkan bisa dimulai dengan membuat coretan tak beraturan atau tak berbentuk. Macam-macam garis juga bisa dibuat mulai dari lurus, zig-zag, atau patah-patah. Intinya setiap anak harus menggambar tanpa beban, selancar mungkin, dan tidak boleh ragu dengan setiap goresan yang akan dibuat.
"Berusahalah untuk tidak menggunakan penghapus atau stip. Kalau ingin membuat karakter tertentu, bisa juga dimulai dengan bidang-bidang yang sederhana. Tidak harus pendekatannya realis, atau mirip benda aslinya. Bisa kartun yang sederhana. Misalnya kepala kucing atau kelinci, yang penting gambar bisa ditebak oleh yang melihat gambar tersebut," kata Kak Kempho. (M-4)
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved