Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANASAN global mengancam Pemakaman Highgate di London yang bersejarah. Tempat itu merupakan kuburan tokoh-tokoh terkenal dari Karl Marx hingga bintang pop George Michael.
Menurut salah seorang penjaga makam, selain jamur yang merajalela, tiupan angin kencang dan suhu yang semakin menghangat, juga mengancam vegetasi tanaman di pemakaman tersebut.
Pengelola makam telah menggelar sayembara bagi perancang lanskap untuk membantu renovasi pemakaman tersebut guna mengantisipasi iklim yang memanas dalam beberapa dekade mendatang.
"Rencananya harus diperpanjang selama 20 tahun lebih dan selama waktu itu pemanasan global akan terus berlanjut," kata ketua Friends of Highgate Cemetery, Martin Adeney.
Selain tokoh marxisme tersebut, tempat itu juga menjadi kuburan orang-orang terkenal termasuk novelis George Eliot dan penulis "The Hitchiker's Guide to the Galaxy" Douglas Adams. Penyanyi pop Inggris George Michael, yang meninggal pada 2016, juga dikubur di situ sesuai keinginan keluarganya.
Pemakaman itu menarik sekitar 100.000 pengunjung setiap tahun, naik 30% dalam tujuh tahun terakhir, meskipun mereka kini dilarang selama pandemi covid-19.
Hama dan penyakit
Terlepas dari pesona pemakaman, terdapat kerusakan yang terlihat pada batu nisan lantaran kurang terawat dan kenaikan suhu.
Beberapa kuburan yang rusak diberi pita peringatan yang diikatkan di sekelilingnya sebagai tanda-tanda yang mengatakan bahwa mereka tidak aman.
Kepala tukang kebun Frank Cano menunjuk ke sebuah makam batu abad ke-19 yang bagian atasnya secara bertahap terdorong oleh pohon di dekatnya, menyebabkan retak pada bangunan berbatu.
“Tingkat penyusutan dan perluasan yang lebih besar dari tanah liat menyebabkan kuburan batu bergeser, “ kata Cano, yang telah bekerja di pemakaman itu selama enam tahun, kepada AFP, Kamis (10/12).
Pada gilirannya, kata dia, hal ini memengaruhi akar pohon yang tumbuh liar di antara kuburan, sehingga membuatnya lebih tidak stabil. "Ancaman terhadap kuburan berasal dari pohon ivy, dari semak duri. Pada dasarnya alam mencoba merebut kembali kuburan itu," ujarnya.
Angin juga semakin kuat, kata Cano, dan suhu yang lebih hangat menyebabkan jamur berkembang biak dan pohon dihinggapi lebih banyak hama dan penyakit. Selain itu, peningkatan curah hujan menghapus jalur kerikil dan membanjiri sistem drainase kuno di area pemakaman. (M-4)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pemanasan global di zaman Paleogen mengubah pola hujan menjadi tidak menentu. Apakah ini gambaran masa depan Bumi?
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved