Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA arkeologi baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan fosil buaya purba yang diduga berasal dari Afrika di perairan pesisir Spanyol dan Italia.
Berdasarkan analisis tulang tengkorak buaya tersebut, terdapat gigi yang terisolasi dan osteodermata (plak tulang). Para peneliti dari University of Barcelona memerkirakan hewan tersebut merupakan jenis buaya pesisir dari spesies crocodylus checchiai, dari Libya dan Kenya di Afrika, yang hidup sekitar lima juta tahun lalu.
Para peneliti menduga buaya tersebut telah melintasi cekungan Mediterania untuk menuju pesisir Spanyol dan Italia. Dugaan tersebut juga telah mereka jelaskan dalam Journal of Paleontology.
Fosil buaya ini pertama kali ditemukan di Venta del Moro dekat Valencia, Spanyol antara tahun 1995 dan 2006.
"Pengamatan kami menunjukkan bahwa fosil ini jelas bukan milik Diplocynodon atau Tomistoma - satu-satunya genus Crocodylians yang dijelaskan datang ke Eropa pada periode Miosen akhir adalah Crocodylus Checchiai," papar Angel Hernández Luján, ahli paleontologi senior dari University of Barcelona, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Minggu (25/10). Periode miozen atau neozoikum ialah era sekitar 5,33 juta tahun yang lallu.
"Buaya tersebut pastinya merupakan penghuni pantai Murcia dan Andalusia, meskipun kami tidak dapat mengenyampingkan fakta mereka juga kemungkinan tersebar di sepanjang pantai Catalonia dan Kepulauan Balearic," imbuhnya.
Penemuan tersebut secara tidak langsung mengukuhkan teori persebaran yang menyebutkan spesies Crocodylus bermigrasi dari Afrika ke Eropa selama periode Miosen akhir.
Daerah Eropa pada saat itu dekat dengan pantai Mediterania utara, termasuk Venta del Moro, sehingga mudah diakses melalui laut.
Prilaku ekspansif ini juga ditunjukan buaya modern, yang merupakan perenang ulung, bahkan kecepatannya dapat mencapai 32 km per jam di dalam air. Seperti buaya air asin (crocodylus porosus) yang hidup di Oceania dan Asia Tenggara yang juga dapat merambah di laut lepas.
Ini menunjukkan buaya mampu menyeberangi Samudra Atlantik selama periode Miosen. (M-4)
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Keberadaan seekor buaya muara berukuran raksasa di area persawahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya menemukan titik terang
Temukan 9 makhluk purba yang masih hidup hingga kini, dari hiu, buaya, hingga ayam, yang telah berevolusi sejak sebelum manusia ada.
Menurut Matt Lamanna dari Carnegie Museum, penemuan ini bisa mengartikan jika dinosaurus itu memang sedang memakan buaya atau hanya kebetulan.
Paleontolog telah mengidentifikasi spesies baru buaya purba dari fosil individu muda di barat daya Montana, Amerika Serikat.
Kecelakaan kereta komuter di dekat Barcelona menelan korban jiwa. Di tengah badai besar, 37 orang terluka akibat kereta menabrak tembok runtuh.
Kecelakaan kereta kembali mengguncang Spanyol. Sebuah kereta komuter tergelincir dekat Barcelona akibat tembok penahan yang runtuh saat badai besar melanda.
Kecelakaan kereta cepat terburuk dalam satu dekade mengguncang Spanyol. Investigasi fokus pada kerusakan rel dan pemeliharaan jalur Madrid-Andalusia.
SERIKAT Pengemudi Kereta Api Spanyol mengungkapkan bahwa mereka telah memperingatkan otoritas dan operator kereta api sejak tahun lalu mengenai masalah infrastruktur rel.
SPANYOL menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah terjadinya kecelakaan kereta di dekat Adamuz menewaskan sedikitnya 40 orang.
KECELAKAAN kereta Spanyol disebut sebagai tragedi kecelakaan kereta api terparah dalam satu dekade terakhir di negara tersebut. HIngga saat ini setidaknya dilaporkan 40 orang tewas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved