Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN kekeringan panjang, para peneliti menduga kepunahan beberapa satwa raksasa penghuni Pulau Madagaskar dan Mascarene, di Australia, juga disebabkan karena ulah manusia.
Satwa-satwa raksasa endemik seperti burung dodo dan kura-kura raksasa terbukti dapat bertahan selama ribuan tahun meski harus menghadapi kekeringan panjang di dua pulau tersebut. Tapi, setelah manusia datang, populasi mereka menurun tajam hanya dalam dua abad. Demikian kesimpulan para peneliti dari Universitas Innsbruck, Austria, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jumat (16/10) lalu.
Dalam menganalisis penyebab kepunahan tersebut, para peneliti kemudian mempelajari data iklim dan deposit mineral di Madagaskar dan Mascarene sejak 8.000 tahun terakhir.
Hanying Li selaku peneliti utama yang menjadi penanggung jawab penelitian tersebut berhasil merekonstruksi tren iklim dan skala milenial yang terdapat pada endapan kalsit di gua La Vierge di Pulau Mascarene. Endapan ini mewakili catatan iklim wilayah secara lebih luas yang terjadi di pulau tersebut.
Dengan menggunakan data proksi ini, para peneliti menentukan periode kondisi kering dan basah, dan mengamati banyak tren kekeringan yang terjadi di Madagaskar dan Mascarene.
Para peneliti mendapat hasil yang cukup mengejutkan, karena ternyata tren pengeringan (kemarau) yang terjadi pada periode di mana satwa-satwa raksasa ini punah, ternyata tidak separah bila dibandingkan dengan kekeringan yang terjadi pada periode Holosen akhir.
Dari hasil analisis tersebut para peneliti berkesimpulan bahwa sebenarnya satwa-satwa ini telah dapat bertahan hidup melewati perubahan iklim yang terjadi.
Tanpa menafikan faktor perubahan iklim yang terjadi di dua pulau tersebut, para peneliti kemudian mulai mempertimbangkan dampak dari gerakan kolonialisasi yang dilakukan manusia sebagai salah satu kontributor utama penyebab kepunahan satwa-satwa raksasa di Madagaskar dan Mascarene.
Hampir semua satwa raksasa di Madagaskar - termasuk burung dodo yang terkenal, lemur seukuran gorila, kura-kura raksasa, dan burung gajah yang tingginya 9 kaki (2,7 meter), lenyap setelah kedatangan manusia di pulau tersebut.
Cerita yang sama pun terjadi di Mascarene, pulau di sebelah timur Madagaskar. Pulau ini termasuk pulau terakhir di bumi yang dijajah oleh manusia. Menariknya, populasi satwa endemik di pulau ini menyusut tajam hanya dalam dua abad terakhir setelah pemukiman manusia berdiri di pulau ini, aku tim peneliti.
Ashish Sinha, profesor ilmu bumi dari California State University, cukup kritis merespons penelitian ini. Kata dia aktivitas manusia adalah penyebab utama kepunahan yang terjadi di Madagaskar. “Catatan menunjukkan itulah (ulah manusia) masalahnya."
Hasil penelitian ini juga dapat dibaca di jurnal Science Advances yang terbit pada Jumat (16/10) lalu. (M-4)
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved