Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Perusahaan dirgantara milik CEO Amazon Jeff Bezos, Blue Origin akan meluncurkan misi pertamanya pada 2020. Misi tersebut bernama misi suborbital, dengan roket ‘New Shepard’ yang dapat digunakan kembali, dan juga akan menguji bagian penting dari sistem pendaratan manusia atau Human Landing System (HLS) untuk digunakan di penerbangan Artemis pada 2024.
Dilansir dari The Science Times (24/09), penerbangan itu akan menjadi yang pertama untuk Blue Origin di 2020 dan menandai peluncuran ke-13 untuk proyek New Shepard, setelah penerbangan New Shepard ke-12 pada 11 Desember 2019 lalu. Misi terbaru Blue Origin tersebut (NS-13) dijadwalkan meluncur pada 24 September 2020 pukul 10.00 waktu setempat.
Blue Origin New Shepard akan membawa total 12 payload, yang mencakup sistem Demonstrasi Deorbit, Descent, dan Landing Sensor dan semua itu merupakan bagian penting dari Human Landing Systerm atau Moon Lander. Bersama dengan SpaceX dan Dynetics Elon Musk, Blue Origin adalah salah satu dari tiga pengembang kedirgantaraan yang secara mandiir bekerja untuk mengembangkan HLS sendiri untuk digunakan dalam membawa ‘wanita pertama dan pria berikutnya di permukaan bulan pada 2024’.
Temuan yang didapat dari misi Artemis pertama akan digunakan dalam membangun basis bagi para pengunjung masa depan, dan tahap eksplorasi selanjutnya yaitu Mars.
Muatan terkait HLS akan dipasang di bagian luar booster New Shepard, bukan di dalam kapsul. Menurut Blue Origin, ini akan membuka pintu ke berbagai muatan penginderaan, pengambilan sampel, dan eksposur ketinggian di masa mendatang.
Muatan terkait Artemis akan dikirim untuk memverifikasi bagaimana teknologi yang dikembangkan Blue Origin, sensor komputer, dan algoritma akan merespons untuk menunjukan lokasi pendaratan saat mendekati bulan tanpa campur tangan manusia dalam jarak 100 meter dari titik pendaratan targetnya. (Yulia Kendriya Putrialvita/M-2)
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved