Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Pekan lalu, penyanyi Adele mengunggah sampul buku berjudul Untamed: Stop Pleasing, Start Living karya Glennon Doyle. Perempuan berusia 32 tahun itu menyebut buku Doyle memberinya perspektif baru tentang bagaimana hidup dan mengurangi stres, kusut, bingung, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Bagi Adele, buku bergenre self-help (pengembangan diri) itu mampu membantunya menemukan kegembiraan, kebahagiaan, dan kebebasan. Buku yang mampu menggetarkan pikiran dan membuat jiwa menjerit.
"Jika Anda siap - buku ini akan mengguncang otak Anda dan membuat jiwa Anda menjerit," terang pelantun hit Rolling in the Deep tersebut.
Buku Untamed: Stop Pleasing, Start Living adalah tentang bagaimana perempuan harus mendengarkan suara hati mereka. Buku itu berisikan nasihat tentang cara menyesuaikan dan merangkul kehidupan.
Ada yang menarik dari ungkapan Adele usai membaca buku itu. Ada hal yang patut dilepas, ada pula yang harus diraih. Tidak ada yang gampang, begitu pula dalam hidup. Setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka sendiri.
“Hidup yang baik adalah hidup yang sulit!” tegas Adele.
Adele bukan satu-satunya orang yang memuji karya Doyle. Beberapa figur kenamaan juga memuji buku tersebut dan memasukkannya dalam daftar bacaan, seperti Reese Witherspoon, Oprah, dan Emma Watson.
Buku pengembangan diri memang tidak menjanjikan kunci kebahagiaan. Tidak ada pula jaminan usai membaca buku itu akan menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, buku genre itu, setidaknya, dapat membantu memperbaikan perasaan dan membuat seseorang tidak merasa sendirian.
Buku self-help dianggap sering terlalu optimistis dan serius. Meski demikian, tidak ada salahnya untuk coba membaca. The Independent merangkum beberapa buku senada.
-The Chimp Paradox karya Steve Peters. Buku itu dimaksudkan sebagai pedoman untuk membantu pembaca memahami reaksi terhadap situasi tertentu dengan cara tertentu.
- Thinking Fast and Slow karya Daniel Kahneman. Buku ini bakal menjabarkan dua sistem pendorong yang terjadi dalam proses berpikir manusia. Pertama, cepat, intuitif, dan emosional. Kedua, sengaja, lebih lambat, dan lebih logis. Dikenal sebagai pemenang Nobel, Kahneman juga menggunakan teori intelektual tentang kognisi dan mekanisme pengambilan keputusan. Hal itu bakal memberikan wawasan praktis tentang pikiran berfungsi dan cara memperlambat pikiran.
- Talking to Strangers: What We Should Know about the People We Don't Know karya Malcom Gladwell.
Buku itu memuncaki daftar buku terlaris New York Times. Penulis mengeksplorasi alasan seseorang begitu sering salah membaca orang yang tidak dikenal. Prasangka dan praduga menjadi lekat. Padahal, belum tentu tepat.
- The Life-Changing Magic of Not Giving a F**k karya Sarah Knight. Terinspirasi buku The Life Changing Magic of Tidying karya Marie Konodo, Knight menerapkan pendekatan serupa pada kekacauan mental yang menghambat hidup. Itu semua bermuara pada moto sederhana yang mampu mengubah hidup 'tidak menyesal'.
- The Things You Can See Only When You Slow Down: How to be Calm in a Busy World karya Haemin Sunim. Buku terlaris internasional itu bakal mendorong pembacanya untuk bertanya pada diri sendiri, apakah dunia memang sibuk, atau apakah itu hanya dalam pikiran? (M-2)
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved