Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu penyebab headphone bisa rapuh adalah karena di dalamnya terdapat beberapa bagian yang bergerak. Bagaimana jika ada teknologi yang bisa membuat headphone menjadi lebih kuat dan anti-rusak?
Sebenarnya prinsip di balik bagian yang bergerak itu tidak banyak berubah sejak speaker pertama kali muncul pada awal abad ke-20. Dengan melewatkan arus listrik melalui kumparan kawat yang ditempatkan di dekat magnet, Anda dapat membuat kumparan tersebut bergerak. Pasang selembar bahan tipis (diafragma) ke kumparan itu dan getaran akan membuat suara.
Sistem kumparan bergerak telah menjadi jauh lebih canggih selama bertahun-tahun. Bahan yang lebih baik dan elektronik yang pintar telah meningkatkan kualitas suara, dan speaker menyusut ke ukuran yang pas di telinga. Namun, masih ada beberapa komponen bergerak di headphone modern yang bisa mengakibatkan kerusakan.
Dilansir BBC, XMEMS, perusahaan yang berbasis di Silicon Valley saat ini tengah mengembangkan teknologi yang mampu membuat headphone lebih kuat. Mereka berpendapat teknologinya dapat merevolusi pasar headphone. Inti dari teknologinya adalah sesuatu yang disebut efek piezoelektrik. Jika Anda membengkokkan beberapa bahan, mereka menghasilkan arus listrik dan kebalikannya, jika Anda melewatkan arus listrik melaluinya, mereka akan membengkok.
Kelengkungan telah dieksploitasi selama bertahun-tahun untuk menghasilkan suara, tetapi suara itu tidak terlalu canggih - sering digunakan untuk membuat bel. Perkembangan terakhir dalam materi telah mengubah semua itu. XMEMS telah menyempurnakan teknik ini dan mengatakan speakernya dapat menyamai suara terbaik yang dihasilkan dengan cara tradisional.
Speaker mereka sangat kecil dan dapat diproduksi dengan cara yang sama seperti chip komputer. Enam dari speaker kecil dapat ditempatkan di satu chip, dengan semua yang ada di satu tempat, perangkat ini kuat dan tahan air. Produk tersebut juga diklaim akan lebih efektif dalam meredam kebisingan, fitur penting bagi mereka yang melakukan perjalanan udara atau menggunakan transportasi umum lainnya. VP pemasaran di xMEMS Mike Housholder berharap headphone pertama yang menggunakan teknologi perusahaannya memasuki pasaran pada April mendatang.
Sementara itu Hiromichi Ozawa, manajer penelitian dan pengembangan headphone di Audio Technica, penjual headphone terbesar di Jepang (dengan kabel, bukan nirkabel) menghargai potensi teknologi baru pada headphone. Dia menyukai sistem kumparan bergerak tradisional yang memiliki ‘konstruksi sederhana’ tetapi ‘hasil yang kuat.’
Ozawa mengatakan tantangan nyata bagi pembuat headphone adalah menjaga kualitas suara, sambil membangun fitur tambahan, seperti koneksi nirkabel. Secara khusus, dia mengatakan mereproduksi musik instrumental yang rumit adalah ujian utama bagi speaker. Jadi, selama 30 tahun dia telah menggunakan sonata piano Mozart, dimainkan oleh Ingrid Haebler, untuk menguji kualitas suara headphone baru. (M-1)
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
Industri brokerage properti di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pergeseran perilaku konsumen yang semakin rasional dan berbasis data
Upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan karyawan semakin menjadi fokus dalam transformasi digital dunia kerja.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
Laporan SMACC 2021 menempatkan negara ini di peringkat pertama dunia terkait unggahan konten penyiksaan hewan.
Hidrogen merupakan unsur paling ringan dan paling melimpah di alam semesta. Namun, asal-usul hidrogen yang ada di Bumi selama ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved