Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
LAKI-Laki memiliki tingkat risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan perempuan jika mereka terinfeksi covid-19, penyakit yang disebabkan virus korona. Hal tersebut merujuk pada kesimpulan data yang dirilis dari dua negara dengan tingkat infeksi dan kematian tertinggi covid-19 di dunia yakni Tiongkok dan Italia.
Mengutip CNBC, penelitian yang diterbitkan pada pekan lalu itu dilakukan dengan menganalisa data 72.314 kasus pasien covid-19 diperoleh dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematian lebih tinggi pada laki-laki ketimbang perempuan, dengan tingkat kematian 2,8% untuk pasien laki-laki dan 1,7% untuk pasien perempuan.
Persentase tingkat kematian lebih tinggi pada laki-laki ketimbang perempuan juga terjadi di Italia, negara di dunia dengan tingkat kematian tertinggi covid-19. Badan kesehatan negara Italia yakni Istituto Superiore di Sanità (ISS) melaporkan 70% kasus kematian covid-19 merupakan laki-laki dari total 3.400 kasus kematian pada Jumat (20/3) lalu.
Para ilmuwan menyebut alasan pasti mengapa risiko kematian perempuan lebih kecil atas covid-19 dibandingkan laki-laki belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun melansir Fox News, para ilmuwan tersebut mengindikasikan hal itu ditengarai karena perempuan secara alami cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dan cenderung memiliki kondisi kesehatan jangka panjang, dibandingkan laki-laki.
Mengutip The Times of India, laki-laki lebih lemah dalam hal meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, sedangkan perempuan memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk melawan infeksi dan penyakit. Perempuan juga menghasilkan respons imun yang lebih kuat pada vaksinasi, yang kemudian melindungi mereka ketika dewasa dari patogen yang dihadapi ketika anak-anak.
Selain itu, faktor biologis yang dimiliki laki-laki juga ditengarai berpengaruh dalam menghadapi pandemi covid-19 saat ini. Beberapa alasan biologis yang kiranya mempengaruhi yakni karena faktor hormon. Hormon estrogen atau seks serta kromosom X pada perempuan tampaknya berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh perempuan. Perempuan membawa dua kromosom X yang mengandung gen terkait kekebalan, sedangkan laki-laki hanya membawa satu.
Mengutip Daily Mail, beberapa ahli juga mempercayai alasan lain di balik tingginya tingkat kematian laki-laki dibandingkan perempuan akibat covid-19 ialah karena faktor gaya hidup. Kedua kebiasaan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, yakni tingginya tingkat merokok dan konsumsi alkohol pada laki-laki ditengarai menjadi penyebabnya.
Sebagai contoh di Italia, jumlah perokok laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan proporsi 25% banding 15 %. Adapun di Tiongkok, sebanyak 316 juta penduduknya merokok, dengan hanya 2% di antaranya merupakan perempuan. (M-4)
LAKI-Laki memiliki tingkat risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan perempuan jika mereka terinfeksi covid-19, penyakit yang disebabkan virus korona. Hal tersebut merujuk pada kesimpulan data yang dirilis dari dua negara dengan tingkat infeksi dan kematian tertinggi covid-19 di dunia yakni Tiongkok dan Italia.
Mengutip CNBC, penelitian yang diterbitkan pada pekan lalu itu dilakukan dengan menganalisa data 72.314 kasus pasien covid-19 diperoleh dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematian lebih tinggi pada laki-laki ketimbang perempuan, dengan tingkat kematian 2,8% untuk pasien laki-laki dan 1,7% untuk pasien perempuan.
Persentase tingkat kematian lebih tinggi pada laki-laki ketimbang perempuan juga terjadi di Italia, negara di dunia dengan tingkat kematian tertinggi covid-19. Badan kesehatan negara Italia yakni Istituto Superiore di Sanità (ISS) melaporkan 70% kasus kematian covid-19 merupakan laki-laki dari total 3.400 kasus kematian pada Jumat (20/3) lalu.
Para ilmuwan menyebut alasan pasti mengapa risiko kematian perempuan lebih kecil atas covid-19 dibandingkan laki-laki belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun melansir Fox News, para ilmuwan tersebut mengindikasikan hal itu ditengarai karena perempuan secara alami cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dan cenderung memiliki kondisi kesehatan jangka panjang, dibandingkan laki-laki.
Mengutip The Times of India, laki-laki lebih lemah dalam hal meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, sedangkan perempuan memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk melawan infeksi dan penyakit. Perempuan juga menghasilkan respons imun yang lebih kuat pada vaksinasi, yang kemudian melindungi mereka ketika dewasa dari patogen yang dihadapi ketika anak-anak.
Selain itu, faktor biologis yang dimiliki laki-laki juga ditengarai berpengaruh dalam menghadapi pandemi covid-19 saat ini. Beberapa alasan biologis yang kiranya mempengaruhi yakni karena faktor hormon. Hormon estrogen atau seks serta kromosom X pada perempuan tampaknya berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh perempuan. Perempuan membawa dua kromosom X yang mengandung gen terkait kekebalan, sedangkan laki-laki hanya membawa satu.
Mengutip Daily Mail, beberapa ahli juga mempercayai alasan lain di balik tingginya tingkat kematian laki-laki dibandingkan perempuan akibat covid-19 ialah karena faktor gaya hidup. Kedua kebiasaan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, yakni tingginya tingkat merokok dan konsumsi alkohol pada laki-laki ditengarai menjadi penyebabnya.
Sebagai contoh di Italia, jumlah perokok laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan proporsi 25% banding 15 %. Adapun di Tiongkok, sebanyak 316 juta penduduknya merokok, dengan hanya 2% di antaranya merupakan perempuan. (M-4)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved