Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang yang menganggap bahwa toilet umum kotor, sehingga penggunaan alas duduk toilet atau toilet seat covers cukup sering dipilih untuk mecegah masuknya kuman dan bakteri. Namun apakah memang toilet seat covers tersebut benar-benar efektif mencegah bakteri dan kuman masuk?
Dilansir dari Health, toilet seat cover yang biasanya terbuat dari kertas justru bisa menyerap bakteri dan virus yang bersifat mikroskopis. Peneliti kesehatan masyarakat Kelly Reynolds mengatakan bahwa meskipun hal itu memungkinkan kulit bersentuhan langsung dengan kuman, risiko tertular infeksi dari toilet hampir tidak mungkin kecuali Anda memiliki luka terbuka yang membuat Anda pada risiko yang sedikit lebih tinggi.
Meski begitu, kuman memiliki peluang lebih besar untuk menyebar ketika Anda memencet tombol flush karena hal tersebut bisa menyebabkan kotoran Anda menyebar di udara. Percikan yang dihasilkan setelah Anda memencet tombol flush atau menyiram kotoran Anda inilah yang bisa menyebarkan kuman.
Reynolds mengatakan bahwa percikan yang dihasilkan setelah Anda menyiram toilet bisa saja mengandung serpihan kotoran yang dapat menempel di permukaan. Dan hal itu bisa mencemari tangan Anda yang kemudian bisa menyebar ke mata, hidung atau mulut Anda ketika menyentuhnya.
Oleh karena itu, Reynolds menyarankan Anda untuk menutup toilet sebelum memencet tombol flush untuk menhindari infeksi dari toilet terutama pada toilet umum. Atau bisa juga dengan menyiram toilet jongkok lalu segera pergi dari toilet, untuk menghindari penyebaran kuman atau kotoran.
Setelah dari toilet, usahakan juga untuk segera mencuci tangan Anda dengan sabun secara keseluruhan selama lkurang lebih 20 detik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tangan Anda sudah dipastikan bersih dari kuman. Bisa juga menggunakan hand sanitizer jika Anda tidak menemukan sabun di toilet umum tersebut. (Medcom/OL-14)
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis. Sampel dikirim ke Jayapura, SOP dapur diperketat.
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved