Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
The Mars 2020 Rover yang diproduksi NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), akan diluncurkan ke Planet Mars pada Juli tahun ini. Misi tersebut bertujuan membantu para astronot mengeksplorasi planet merah tersebut.
Seperti dikutip Dailymail.co.uk, Mars 2020 Rover kendaraan robotic dengan kecerdasan buatan ini akan dipersenjatai dengan gelombang laser berfrekuensi tinggi yang mampu melapukkan batu dari jarak 20 kaki.
Sinar laser tersebut dapat memanaskan target hingga 18.000 derajat Fahrenheit, suhu yang cukup panas untuk mengubah batuan padat menjadi plasma yang dapat dicitrakan oleh kamera untuk dianalisis lebih lanjut.
Teknologi ini juga akan didukung dengan Super Camera (SuperCam) yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan berbasis citra yang mampu menganalisis bermacam-macam objek, yang dipasang di tiang robotic sebagai instrumen pengontrolnya.
Dengan bantuan alat ini, para peneliti diharapkan dapat bekerja optimal mengidentifikasi mineral yang berada di luar jangkauan , lantaran daerahnya terlalu curam atau medan jelajah yang terlampau sulit.
NASA akan meluncurkan kendaraan robotic penjelajah Mars tersebut dengan memfokuskan pada tujuan utama yaitu mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba.
Para ilmuwan akan menyelidiki kawah Jezero, yang merupakan sebuah danau berusia 3,5 miliar tahun, yang dipenuhi dengan karbonat dan silika yang telah terhidrasi dalam kurun waktu tersebut.
Karbonat yang terletak di tepi kawah itu merupakan mineral yang sama seperti yang terkandung dalam fosil-fosil mikroba purba di Bumi selama miliaran tahun yang lalu dan silika yang terhidrasi yang ditemukan di delta kawah di planet merah tersebut diduga memiliki kemampuan untuk melestarikan biosignatures.
SuperCam pada dasarnya adalah versi penyempurnaan dari generasi kendaraan robotic sebelumnya yaitu ChemCam Curiosity rover. (M-4)
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved