Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAKTIVITAS di luar ruangan dengan udara perkotaan yang tercemar polusi, memiliki efek buruk yang nyata terhadap kesehatan. Hal tersebut diafirmasi oleh sebuah penelitian baru-baru ini yang menyebut, bahwa menghirup asap knalpot diesel tingkat perkotaan meskipun untuk waktu yang relatif singkat, dapat merusak kesehatan jantung.
Penelitian yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology itu menunjukkan bahwa hanya dengan menghirup udara tercemar polusi selama dua jam, efeknya akan berlangsung selama 24 jam di tubuh dan menunjukkan langkah pertama penyakit kardiovaskuler. Jika terus berulang, hal bahkan ini dapat memicu stroke dan serangan jantung.
Penelitian dilakukan dengan menganalisa 40 peserta sehat yang dipilih secara acak untuk menghirup asap knalpot diesel atau udara bersih yang telah difilter selama dua jam di ruangan laboratorium khusus. Setelah empat minggu, peserta kemudian saling bertukar ruangan sehingga masing-masing merasakan sesi menghirup udara polusi dan sesi menghirup udara bersih.
Sesi percobaan menghirup udara berpolusi sendiri dihasilkan dari mesin diesel. Sepanjang sesi, kadar karbon monoksida dan polutan lainnya diatur menyerupai udara di pusat kota yang padat. Selama penelitian para peserta juga diminta untuk menghindari konsumsi alkohol, kafein, rokok, dan perubahan pola makan.
Para peneliti kemudian mengukur semua indikator yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah, seperti detak jantung, penggumpalan darah, serta kelenturan pembuluh darah. Hasilnya, udara yang tercemar memiliki efek yang merugikan dan jangka panjang pada semua indikator pengukuran sistem kardiovaskuler, dibandingkan dengan udara bersih yang telah difilter.
Penulis penelitian dari National and Kapodistrian University of Athens, Dimitris Tousoulis menyimpulkan bahwa penelitiannya memberikan wawasan tentang bagaimana mekanisme polutan knalpot diesel perkotaan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Ia menyebut efek merusak yang ditunjukkan dalam hasil penelitian ini kemungkinan akan berlipat ganda, dan bahkan seumur hidup bagi sebagian orang seiring dengan paparan yang berulang.
"Untuk menghindari bahaya permanen, kami harus menjaga tingkat polusi dalam penelitian di bawah batas aman, menyiratkan bahwa tingkat 'aman' sekalipun dapat merusak kesehatan ketika sering diulang-seperti yang terjadi pada penduduk kota," terang Tousoulis, seperti dikutip medicalexpress.com. (M-4)
Menurut Alzheimer's Association, sekitar 5 hingga 10 persen kasus Alzheimer termasuk dalam kategori onset dini.
Studi terbaru ungkap stres kronis dapat merusak tulang dan picu osteoporosis melalui hormon stres serta gangguan sistem tubuh.
Simak 7 tips dari dr Mimi Oktafia (IPB University) untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar tampil maksimal saat UTBK-SNBT 2026.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Health Talk.
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved