Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
CARRIE, lakon yang diadaptasi dari buku karya Stephen King dan pernah difilmkan oleh sutradara Kimberly Pierce kini diadaptasinya menjadi cerita di panggung musikal. Jakarta Youth For Performance Art (JYAP) membawa muatan isu kekerasan domestik terhadap perempuan. Berkisah tentang seorang ibu bernama Margarete White dan anak perempuannya, Carrie White.
"Margarete mengalami marital rape oleh suaminya, dan lahir Carrie. Dari kejadian tersebut, Margarete pun menyalahkan diri sendiri, selain juga mengalami victim blaming. Karena rasa bersalah itu, Margarete menutupi realitas kehidupan kepada Carrie. Sehingga Carrie pun tumbuh dengan kondisi yang tidak ideal. Bahkan untuk mengetahui masa haid saja ia tidak tahu. Dari konflik ini, kita bisa menangkap, dari korban kekerasan bisa muncul kembali korban lain. Sehingga kami merasa perlu mengangkat isu ini dalam pentas musikal kami," tutur sutradara Aqsa Suryana, dalam konferensi pers di kantor Starvision, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, (22/11).
Dalam pentas kali ini, JYAP bekerja sama dengan LBH APIK (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan). Dalam catatan LBH APIK, pada tahun ini ada sejak Januari-Oktober, ada sekitar 700 kasus kekerasan yang dialami perempuan, di Jabodetabek.
"Isu ini juga bisa menghadirkan diskusi bagi kalangan yang lebih luas lagi. Kami fokus mendampingi perempuan korban kekerasan. Pada tahun 2018, ada 863 kasus kekerasan perempuan di Jabodetabek. Tahun ini, 749 kasus. Dan kekerasan dalam rumah tangga selalu menjadi yang tertinggi," ungkap Direktur LBH APIK Jakarta Siti Mazuma pada kesempatan yang sama.
Dalam pendampingan, LBH APIK bukan saja memberi akses layanan hukum bagi penyintas. Melainkan juga pendampingan layanan psikologi. "Seni pertunjukkan bukan hanya tentang menari dan menyanyi. Bagi kami penting untuk menyoroti isu sosial yang terjadi baik di Indonesia maupun di Jakarta," lanjut Aqsa. Pentas drama musikal Carrie akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada 17-18 Januari 2020. (M-4)
Para pemerannya ialah Adi Kurniawan, Fauzi Afriansyah, Fhatoni, Rio Tantowi, Ichsan Abimaya, Egi Junaedi, dan jurnalis Media Indonesia Despian Nurhidayat.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved