Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH anda bertanya tahi lalat yang ada di tubuh anda aman atau berpotensi kanker? Namun perlu biopsi untuk menentukan apakah tahi lalat itu berpotensi kanker atau tidak.
Baru-baru ini peneliti asal Swedia membuat alat yang membantu apakah tahi lalat itu tumor atau kanker. Plester kecil yang dibuat peneliti dari Malmö University mampu mendeteksi apakah tahi lalat itu kanker dalam hitungan menit.
Cara ini dapat mengakhiri cara biopsi. Di mana pasien merasa sakit dan harus menanti dalam waktu yang lamma.
Sebastian Björklund, salah satu peneliti mengungkapkan telah mengidentifikasi 'kandidat yang menjanjikan'. Namun mereka masih membutuhkan beberapa bukti bahwa plester ini mampu menangkap molukul penting dari tumor tersebut. Diperkirakan plester ini baru bisa digunakan pada 2021.
Saat ini, para peneliti melakukan tes pada sukarelawan yang sehat dan pasien kanker kulit untuk membuktikan plester itu dapat mendeteksi tumor. Para peneliti masih membuat prototipe yang pas, karena plester ini harus bisa menganalisis molukul pada saat yang sama.
"Kami berharap ini akan menjadi lebih muda untuk mendeteksi kanker kulit di stadium awal. Kita membayangkan plester ditempatkan di area kulit yang dicurigai kanker untuk mengumpulkan molekul untuk analisis," ujar Profesor Johan Engblom, salah satu peneliti, sebagaimana disitat DailyMail.
Meski belum ditentukan harga jualnya, para peneliti menargetkan harganya lebih murah dibandingkan biopsi, sekitar US$500 atau sekitar Rp7.039.000.
Kanker kulit kebanyakan disebabkan paparan sinar UV. Di Inggris setiap tahun diperkirakan 100ribu terkena kanker kulit, sedangkan di Amerika Serikat sekitar 9.500 orang didiagnosa kanker kulit setiap hari. (M-3)
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved