Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini, pernahkah sejenak terpikir oleh Anda bagaimana lalu lintas (traffic) di dunia maya berlangsung setiap harinya? Berapa jumlah pengguna daring, termasuk anda, yang selalu tampak fokus dengan perangkat elektronik, mulai dari gawai hingga komputer rumahannya? Apa saja yang dicari? Dan, kata, bahasa, atau frasa apa saja yang muncul dalam pikiran para pengguna di seluruh dunia ketika mulai berseluncur dengan jemarinya?
Google sebagai penyedia layanan mesin peramban (search engine) barangkali boleh dikata pasti punya jawabannya.
Raksasa teknologi multinasional itu mengaku bahwa setiap hari ada miliaran pengguna yang selalu aktif melakukan pencarian lewat lamannya. Lebih dari itu, kala memperingati 'Hari Internet Internasional 2019' di Kantor Google Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, Public Liaison for Search Google, Danny Sullivan mengatakan bahwa dewasa ini kiranya setiap hari ada 15% pengguna yang selalu melakukan pencarian baru atau belum pernah dilakukan sebelumnya (unique).
Kebanyakan pengguna, menurut Danny, terkadang juga hadir untuk mengikuti isu yang sedang hangat diperbincangkan di sekitarnya bersama milliaran kata kunci (keywords), yang tentu pula berangkat dari berbagai macam bahasa yang ada di seluruh penjuru dunia. Namun, sayangnya, hingga saat ini, kata Danny, belum ada sistem atau mesin pencarian yang benar-benar dapat memahami semua hal yang dimaksud pengguna.
"Sebagai contoh, misalnya, ketika seseorang melakukan pencarian dengan kata kunci 'greenish brown, dress, dan shoes', kami berpikir apakah yang dia maksud adalah sepatu yang biasa dipakai sehari-hari dengan warna cokelat kehijauan, atau apakah ia menginginkan sepatu cokelat kehijauan bersama gaun. Ini tentu sedikit membingungkan," tuturnya, Selasa (29/10).
Maka dari itu, lanjut Danny, Google dewasa ini selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan pengembangan agar dapat memberikan mesin pencarian paling mutakhir bagi pengguna. Semua pengembangan dilalui dengan serangkaian evaluasi maupun uji coba yang sangat ketat, mulai dari 595.429 tes kualitas pencarian (search quality test), 44.155 eksperimen perbandingan (side-by-side experiments), 15.096 eksperimen live traffic, dan 3.234 peluncuran (launches).
Usai melewati semua itu, Google akhirnya berhasil mengembangkan sistem algoritma terbaru yang kemudian diberi nama 'Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT)'. Terobosan ini menjadi salah satu perubahan terbesar, sejak perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat itu memperkenalkan RankBrain lebih dari lima tahun lalu.
Menurut, Danny, BERT merupakan teknik baru yang diterapkan Google untuk menyediakan informasi. Sistem ini sebenarnya sudah dimiliki sejak tahun lalu namun baru diaplikasikan secara global saat ini. Tak seperti dulu ketika mesin hanya dapat memahami pencarian berbasis kata, BERT memahami konteks yang ditelusuri berdasarkan keterhubungan antarkata yang dituliskan pengguna.
Selain itu, BERT juga dapat memahami satu dari 10 pencarian dalam Bahasa Inggris. Pada kesempatan selanjutnya, kemampuan itu juga akan dikembangkan dalam 25 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia yang menurut Danny akan dilakukan dalam waktu dekat.
Bahasa
BERT sendiri ialah sistem yang dikembangkan Google melalui teknik open source berbasis jaringan neural alami untuk bahasa (natural language processing/NLP).
Keunggulan lain yang dapat diperoleh dari sistem ini adalah kemampuannya untuk menganalisis bahasa. Google dapat membuat model penyempurnaan dari bahasa Inggris (yang sebagian besar digunakan pada konten daring) dan menerapkannya ke bahasa lain.
"Ini membantu kami menyajikan hasil yang lebih relevan dalam berbagai bahasa yang ditawarkan oleh Google Search, termasuk Bahasa Indonesia," imbuh Danny.
Namun, demikian, relevansi itu sendiri tampaknya bukanlah satu-satunya kemajuan yang ditawarkan Google.
Dalam keterangan tertulisnya, Search Google Fellow and Vice President, Pandu Nayak menjelaskan bahwa beberapa model yang digunakan untuk membangun BERT menuntut kompleksitas yang cukup tinggi, sehingga mendorong tim untuk dapat melakukan perubahan terhadap perangkat keras (hardware) yang dimilikinya. Maka dari itu, Google kemudian memilih untuk mengembangkan dan menggunakan superkomputer terbaru yaitu Cloud TPU v3 Pods.
Cloud TPU v3 Pods dibangun secara khusus untuk pembelajaran mesin (manchine learning) telah diuji coba dan menunjukan peforma yang cukup memuaskan. Hasil uji kecepatan pada masing-masing bagian menunjukan waktu komputasi kurang dari dua menit.
"Jadi kini untuk pertama kalinya kami menggunakan Cloud TPU terbaru agar dapat menyajikan hasil pencarian dan memberi Anda informasi yang lebih relevan dengan sangat cepat," imbuh Pandu.
Google kini juga hadir dengan beberapa fitur terbaru yang didasarkan pada keberagaman bentuk informasi pada satu waktu menuntut suatu revolusi bentuk laman. Google tidak ingin hanya menampilkan daftar tautan laman daring, atau sebaliknya ia ingin menawarkan kemudahan melalui fitur yang bermanfaat.
Adapun sejumlah fitur tersebut berupa Info Panel (Panel Info), Google Autocomplete (Pelengkapan Otomatis), Selection Snippet (Cuplikan Pilihan), Rich List (Daftar Pencarian Teratas), Discover (Penelusuran), dan Petunjuk Arah & Lalu Lintas. Seluruhnya memiliki keunggulannya masing-masing, yang tentunya sejurus dengan visi Google untuk selalu berusaha memberikan kemudahan, kejelasan, dan kecepatan dalam setiap pencarian. (M-2)
Berikut fitur pelindung jam tangan Fineshield yang mengandalkan teknologi Jerman, pelindung jam tangan ini menggunakan material optical-grade Thermoplastic Polyurethane (TPU).
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Google memperkenalkan Veo 3.1, model AI terbaru yang mampu mengubah gambar menjadi video hingga resolusi 4K, lengkap dengan format vertikal dan dialog.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved