Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Latte Factor Kebiasaan Belanja Receh yang Bikin Boros

Retno Hemawati
17/10/2019 14:50
Latte Factor Kebiasaan Belanja Receh yang Bikin Boros
Komunitas Indonesian Latte Art(MI/Adam Dwi)

PERNAH dengar istilah latte factor? David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan di Amerika Serikat mencetuskan istilah latte factor, yaitu kebiasaan kecil tetapi rutin menghabiskan penghasilan. 

Istilah latte ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk menyeruput kopi di kafe atau restoran. 

Istilah Latte factor sebenarnya tidak hanya soal ngafe atau minum kopi saja tetapi relevan juga untuk pengeluaran kecil lainnya, seperti beli air mineral kemasan, persediaan camilan, belanja online, nonton bioskop. Setiap orang memiliki latte factor dan jenisnya bisa berbeda. Apa saja latte factor mu? 

Setelah mengetahui apa saja pengeluaran latte factor, selanjutnya adalah berapa banyak uang yang telah kita keluarkan untuk latte factor ini. Biasanya, tidak terlalu dipikirkan karena hanya hitungan receh. Apalagi, kalau penghasilan cukup besar dan belum punya tanggungan. Tetapi, jika kebiasaan ini dibiarkan, tanpa disadari total pengeluaran bisa sangat besar. 

Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Sequis Life menyarankan jika pengeluaran latte factor dikurangi, tentu bisa bantu milenial  membeli asuransi. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya