Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SESUAI rencana, pementasan lakon ‘Goro-Goro: Mahabarata 2, Panakawan Adalah Kawan’ mulai berlangsung, Rabu (24/7) di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Lakon yang digelar oleh Teater Koma bersama Bakti Budaya Djarum Foundation ini sudah menarik perhatian sejak pengumumannya minggu lalu karena sukses pementasan Mahabarata sebelumnya dan nama-nama besar pemerannya.
Di pementasan kali ini, salah satu nama besar itu adalah Slamet Rahardjo. Aktor senior ini berperan sebagai Batara Guru yang merupakan ayah dari Batara Kala dan Sri Nandi.
Tidak hanya berdialog, dalam pementasan itu Slamet juga menyanyikan dua lagu. Meski sudah berusia 70 tahun, tuntutan peran itu tampak tidak mengganggu vitalitas Slamet.
Kepada wartawan Slamet mengaku keikutsertaannya dalam pementasan tersebut ibarat pulang kampung. “Kembali ke panggung teater ini ibarat pulang kampung karena saya sendiri terlahir dari panggung teater. Pentas teater memiliki nilai tersendiri karena interaksi dengan penonton dan peran yang langsung direkam oleh mata penonton, bukan teknologi kamera. Bermain teater ini menjadi detoks diri untuk mengembalikan inspirasi dan kesegaran berekspresi,” tuturnya.
Sebelum menjadi aktor layar lebar, Slamet memang lebih dulu berkecimpung di teater. Salah satunya, ia bermain di Teater Populer arahan Teguh Karya. Di situ pula ia bertemu Nano Riantiarno.
Nano yang merupakan Pimpinan Teater Koma pun mengaku kagum dengan penampilan Slamet. Terlebih, sejak awal ditawari bermain, Slamet langsung menyambut ajakan dengan antusias.
'Goro-Goro: Mahabarata 2, Panakawan Adalah Kawan’ merupakan produksi Teater Koma ke-158. Lakon itu berkisah tentang Semar dan Togog yang diutus dari Mayapada (khayangan) untuk turun ke Marcapada (dunia). Mereka mengabdi pada raja-raja, dimana Semar menjadi kawan para ksatria pembela kebenaran, sekaligus mengabdi untuk Raja Medangkamulyan, Prabu Srimahapunggung. Sementara Togog mengabdi untuk raksasa pembuat onar yang dipimpin raksasa di Kerajaan Sonyataka, Prabu Bukbangkalan.
Tiket pementasan 'Goro-Goro: Mahabarata 2, Panakawan Adalah Kawan’ selanjutnya dapat dibeli melalui laman daring Teater Koma, www.teaterkoma.org, atau GO-TIX.id. Dalam pelaksanannya, pementasan tersebut turut didukung sejumlah aktor kawakan lainnya seperti Idries Pulungan, Budi Ros, Tuti Herartati, dan Ratna Riantiarno sendiri. Pementasan dibuka setiap hari mulai pukul 19.30 WIB, kecuali pada Minggu, 28 Juli dan 4 Agustus yaitu pada pukul 13.30 WIB. (M-1)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved