Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Peran Perempuan Di Lingkungan

Tosiani
25/4/2019 18:30
Peran Perempuan Di Lingkungan
Fareiza (kanan) menjadi pembicara diskusi perempuan melawan di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).(MI/Tosiani)

Menjadi perempuan dalam konservasi lingkungan bukan perkara mudah. Seperti yang dialami Farwiza Fathan dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA). Dalam upayanya mengkonservasi lingkungan berisi gajah dan badak beragam caci maki dari kaum pria kerap ia dapatkan.

"Awalnya saya perempuan sendiri di HAKA, lainnya laki-laki. Lalu adik perempuan saya bergabung, dan sekarang ada staf administrasi juga seorang perempuan,"tutur Ferwiza saat diakusi Perempuan Melawan di Galeri Salihara, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).

Farwiza mengaku kerja konservasi karena isu lingkungan sangat penting bagi perempuan. Kerja konservasi membutuhkan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan dengan latarbelakang yang berbeda-beda. Sebab separuh penghuni bumi adalah kaum perempuan, jadi harus ambil bagian menjaga lingkungan.

"Seringkali saat diskusi lingkungan, perempuan tidak diajak. Padahal kita semua menginginkan air yang bersih. Perjuangan melindungi tanah, air, dan udara, jangan diserahkan pada laki-laki saja. Perempuan juga harus ambil bagian,"cetus Ferwiza.

Ia menceritakan, banyak hal seru yang dialami saat kerja di konservasi. Semula ia membayangkan kerja konservasi akan membuatnya lebih banyak menyelam, diving, mendaki, dan berbagai aktivitas di alam. Tetapi kerja konservasi justru membawanya ke banyak ruang sidang dan ruang rapat.

"Pernah kasus melawan perusahaan sawit. Pemerintah kirim tim untuk investigasi, di tim itu hanya ada dua perempuan yang satu pro perusahaan sawit. Hanya saya yang tidak, jadi sering di-bully. Saya tidak mau ikut menandatangani laporan. Lalu di ruang sidang saya menghadapi bully dan caci maki dari banyak kaum pria. Hal ini sering dihadapi saat kerja konservasi," katanya. (M-3)

Baca juga : Deretan Aktivis Muda Lingkungan, dari Indonesia pun Ada
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya