Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WISATA Alam menjadi salah satu primadona sektor pariwisata di Indonesia, kekayaan alam yang dimiliki bumi pertiwi, membuat banyak sekali wisata alam yang bisa dieksplor oleh wisatawan.
Baca juga : Erni Suyanti Abdikan Hidup untuk Menolong Satwa Liar
Ada banyak destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi di Indonesia, salah satunya destinasi yang masuk dalam kategori konservasi alam. Selain melihat keindahan alam, di destinasi wisata berbasis konservasi alam wisatawan juga bisa belajar terkait lingkungan sekitar.
Taman Nasional Way Kambas menjadi destinasi konservasi alam yang bisa kamu kunjungi untuk berwisata. Terletak di Lampung, ragam aktivitas bisa kamu lakukan di Taman Nasional yang menjadi tempat konservasi gajah Sumatra itu.
Kawasan ini terdiri dari hutan air rawa dengan hamparan padang rumput, semak belukar, serta hutan pantai. Dengan luas secara keseluruhan mencapai 125.000 hektar.
Baca juga : Keberhasilan Konservasi Indonesia Jadi Contoh bagi Negara-negara ASEAN
Selain bisa berkeliling melihat indahnya alam dan ragam fauna di kawasan Taman Nasional Way Kambas, wisatawan juga bisa melakukan aktifitas memandikan gajah Sumatra secara langsung. Ditemani penjaga profesional, wisatawan bisa seru-seruan bermain air dengan gajah.
Siapa bilang Indonesia tidak punya salju, meskipun beriklim tropis, tetapi anda bisa menemukan gletser di Taman Nasional Lorentz, yang terletak di Papua.
Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terluas se-Asia Tenggara, luasnya mencapai 2.505.600 hektare dan melingkupi tiga kawasan di tiga provinsi, yaitu provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan.
Baca juga : KLHK: Kunjungan Wisata Alam Kawasan Konservasi Hasilkan Rp96,7 M PNBP di 2022
Hal yang unik dari Taman Nasional Lorentz adalah aspek keragaman ekosistemnya, Taman Nasional Lorentz mencakup seluruh tipe ekosistem utama yang ada di Papua, mulai dari ekosistem perairan laut, ekosistem pesisir, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan rawa air payau, ekosistem hutan rawa air tawar, ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem hutan pegunungan rendah, ekosistem hutan pegunungan tinggi, ekosistem sub alpin (Tree Line), ekosistem alpin dan ekosistem pegunungan salju abadi.
Dengan keragaman ekosistem, dapat dipastikan beragam keindahan flora dan fauna dapat dijumpai di tempat itu. Tercatat terdapat sekitar 1.200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, 411 spesies burung, dan 150 spesies reptil dan amfibi. Selain itu Taman Nasional Lorentz juga merupakan Daerah Burung Endemik atau Endemic Bird Area (EBA).
Salah satu surga terpencil di Indonesia yang bisa wisatawan kunjungi adalah Taman Nasional Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB). Keindahan alam yang dimiliki, membuat kawasan tersebut kerap dijuluki surga bagi para pendaki maupun peneliti.
Selain menikmati kaldera yang unik dan indah, di Taman Nasional Gunung Tambora Anda juga dapat melakukan jelajah hutan melalui 3 pintu pendakian yaitu Piong/Sanggar, Kawindato’i, Pancasila dan Doro Ncanga.
Berbagai jenis burung seperti Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), Nuri Kepala Merah (Geoffroyus geoffroyi), Kirik-kirik Australia (Merops ornatus), Ayam Hutan Hijau (Gallus gallus), Elang bondol (Haliastur indus), Alap-alap layang (Falco cenchroides), Srigunting (Dicrurus densus), dan lain-lain dapat Anda jumpai selama perjalanan. (Rif/M-4)
Konservasi gajah bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, melainkan tentang bagaimana negara memandang relasi antara pembangunan dan lingkungan.
KEMENTERIAN Kehutanan memperkuat perlindungan Gajah Sumatra yang kini berada dalam kondisi populasi kritis.
Kawasan itu juga bersinggungan dengan sejumlah perizinan seperti Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Hutan Alam, PBPH Restorasi Ekosistem, HGU sawit, dan IUP tambang.
TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) mencatat kelahiran seekor anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) pada Rabu malam, 4 Desember 2025 pukul 23.25 WIB.
Populasi gajah Sumatra kini diperkirakan tidak lebih dari 1.100 ekor di 22 lanskap, dengan tren jangka panjang yang terus menurun akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, konflik manusia–gajah, jerat, dan perburuan.
Seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati terbenam di tumpukan kayu dan lumpur di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pakar meminta penyetopan pembukaan lahan sawit.
TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) mencatat kelahiran seekor anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) pada Rabu malam, 4 Desember 2025 pukul 23.25 WIB.
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menggelar program Penanaman 1.000 Harapan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.
Taman Nasional Way Kambas juga dapat menjadi alternatif bagi keluarga atau wisatawan yang ingin melihat langsung gajah Sumatra dan satwa lainnya.
Pada dini hari Senin, 26 Februari 2024, pukul 00.10 wib. telah lahir seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dengan jenis kelamin betina di Pusat Latihan Gajah (PLG) TNWK.
Dengan tambahan satu anggota baru itu, kini SRS TWK sudah berhasil membantu kelahiran lima badak sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved