Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Riset Kaspersky: Gen Z dan Milenial Dominasi Penyimpanan Data Digital

Basuki Eka Purnama
06/4/2026 09:50
Riset Kaspersky: Gen Z dan Milenial Dominasi Penyimpanan Data Digital
Ilustrasi(Freepik)

ERA digital telah mengubah cara manusia mengelola informasi paling berharga dalam hidup mereka. Riset terbaru yang dirilis oleh pusat Riset Pasar Kaspersky pada November 2025 menunjukkan pergeseran besar dalam perilaku penyimpanan data, di mana mayoritas masyarakat kini meninggalkan catatan fisik dan beralih sepenuhnya ke format elektronik.

Studi global yang melibatkan 3.000 responden dari 15 negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan bahwa 84% orang memilih menyimpan data sensitif seperti KTP, detail keuangan, hingga rekam medis secara digital.

Tren ini didominasi oleh generasi muda (usia 18-34 tahun) dengan angka mencapai 90%. Sebaliknya, kelompok usia di atas 55 tahun masih menunjukkan keterikatan pada metode tradisional, di mana hampir 30% dari mereka tetap memilih mencatat informasi di atas kertas.

Tren Penyimpanan Data: Global vs Indonesia

Masyarakat Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap teknologi penyimpanan awan (cloud). Berbeda dengan rata-rata global, penggunaan cloud storage di tanah air sejajar dengan penggunaan perangkat keras fisik.

Metode Penyimpanan Rata-rata Global Indonesia
Komputer / Hard Drive Eksternal 56% 61%
Solusi Cloud (Awan) 45% 61%
Layanan Digital Pemerintah 20% 14%

Risiko di Balik Kemudahan Digital

Meskipun digitalisasi menawarkan kemudahan akses, para ahli mengingatkan bahwa setiap metode memiliki risiko. Media fisik rentan hilang, perangkat keras bisa rusak, sementara layanan cloud berisiko terhadap akses tidak sah jika tidak dilindungi dengan ketat.

Data Kaspersky menyoroti celah keamanan yang mengkhawatirkan: meski 98% responden mengaku telah melakukan langkah perlindungan, sebanyak 36% di antaranya masih menggunakan kata sandi yang mudah diingat. Hal ini membuat brankas digital mereka sangat rentan terhadap serangan brute force.

Strategi Keamanan: Formula 3-2-1

Marina Titova, Wakil Presiden untuk Bisnis Konsumen di Kaspersky, menekankan pentingnya memprioritaskan data. "Terapkan pencadangan seperti alur kerja. Beri tag pada file Anda: penting, kritikal, atau prioritas rendah. Otomatiskan hal-hal penting agar Anda tidak kewalahan," ujarnya.

Untuk menjaga keamanan data, berikut adalah rekomendasi praktis dari para ahli:

  1. Strategi Pencadangan 3-2-1: Miliki minimal tiga salinan data, simpan di dua jenis penyimpanan berbeda, dan pastikan satu salinan berada di luar lokasi (seperti cloud atau lokasi fisik eksternal).
  2. Gunakan Pengelola Kata Sandi: Manfaatkan solusi seperti Kaspersky Password Manager untuk menyimpan kredensial dan dokumen sensitif (scan paspor/PDF) dalam brankas terenkripsi.
  3. Aktifkan 2FA dan Passkey: Jangan hanya mengandalkan kata sandi. Gunakan Otentikasi Dua Faktor (2FA) atau teknologi passkey untuk lapisan keamanan ganda.
  4. Otomatisasi dan Uji Coba: Aktifkan fitur pencadangan otomatis di perangkat (iCloud, Google Drive, atau OneDrive). Lakukan uji pemulihan file setidaknya dua bulan sekali untuk memastikan cadangan berfungsi dengan baik. (Z-1)

Catatan Riset: Studi ini dilakukan pada November 2025 mencakup responden dari berbagai negara termasuk Arab Saudi, Jerman, Cina, hingga Meksiko untuk memetakan perilaku digital global di masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya