Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Waspada! Serangan Trojan Perbankan Android Melonjak 56 Persen di 2025

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 09:00
Waspada! Serangan Trojan Perbankan Android Melonjak 56 Persen di 2025
Ilustrasi(MI/HO)

LANSKAP keamanan siber pada 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi pengguna ponsel pintar Android. Laporan terbaru dari Kaspersky bertajuk “Mobile malware evolution” mengungkapkan adanya lonjakan signifikan dalam serangan Trojan perbankan yang menargetkan kredensial keuangan pengguna.

Berdasarkan data tersebut, jumlah serangan Trojan perbankan meningkat sebesar 56% dibandingkan tahun sebelumnya. Malware jenis ini dirancang secara spesifik untuk mencuri informasi sensitif, mulai dari kredensial perbankan online, layanan pembayaran elektronik, hingga data kartu kredit. Para pelaku kejahatan siber umumnya memanfaatkan aplikasi perpesanan dan halaman web berbahaya sebagai saluran distribusi utama.

Lonjakan Paket Instalasi dan Ancaman Firmware

Tidak hanya frekuensi serangan yang meningkat, volume paket instalasi baru (file APK unik) juga mengalami pertumbuhan yang sangat tajam. Hal ini mengindikasikan bahwa para penjahat siber terus memproduksi varian baru untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari deteksi sistem keamanan.

Berikut adalah ringkasan data pertumbuhan ancaman malware seluler menurut laporan tersebut:

Indikator Keamanan Statistik Tahun 2025 Pertumbuhan (YoY)
Serangan Trojan Perbankan Meningkat signifikan +56%
Paket Instalasi Baru (APK Unik) 255.090 paket +271%
Keluarga Malware Dominan Mamont, Creduz -

Selain Trojan perbankan, tren lain yang sangat berbahaya adalah munculnya backdoor yang sudah terpasang sebelumnya (pre-installed) pada perangkat baru, seperti keluarga malware Triada dan Keenadu. Anton Kivva, pemimpin tim analis malware di Kaspersky, memperingatkan bahwa pengguna bisa saja membeli perangkat Android baru yang sudah terinfeksi sejak dari pabrik atau distributor.

“Setelah terintegrasi ke dalam firmware, backdoor ini memberi penyerang kendali tak terbatas atas perangkat korban. Sangat sulit untuk menghapus malware semacam itu,” ujar Anton Kivva.

Ia menyarankan pengguna untuk segera memeriksa pembaruan firmware dan melakukan pemindaian keamanan menyeluruh jika mencurigai adanya infeksi.

Peta Ancaman Regional

Serangan malware ini memiliki karakteristik yang berbeda di berbagai wilayah, menyesuaikan dengan kebiasaan lokal pengguna:

  • Jerman: Ditemukan Trojan-Proxy yang menyamar sebagai aplikasi diskon supermarket lokal.
  • Turki: Dominasi Trojan Coper dan Hqwar yang fokus pada pencurian informasi keuangan.
  • India: Penyebaran Trojan Rewardsteal dan kembalinya aktivitas Thamera.
  • Brasil: Aktivitas Trojan dropper Pylcasa yang mengarahkan korban ke situs kasino ilegal atau halaman phishing.
Tips Perlindungan dari Kaspersky:
  1. Hanya unduh aplikasi dari toko resmi (Google Play/Apple App Store), namun tetap waspada terhadap ulasan pengguna.
  2. Gunakan solusi keamanan andal seperti Kaspersky Premium untuk memblokir aktivitas mencurigakan secara real-time.
  3. Periksa izin aplikasi secara ketat, terutama izin "Layanan Aksesibilitas" yang sering disalahgunakan malware.
  4. Selalu perbarui sistem operasi (OS) dan aplikasi ke versi terbaru untuk menutup celah keamanan.

Dengan ancaman yang terus berevolusi, kewaspadaan digital menjadi kunci utama dalam melindungi aset finansial di era perbankan seluler saat ini. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya