Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENENTUAN terbaru dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap keberadaan sebuah gugus galaksi raksasa yang mulai terbentuk hanya sekitar satu miliar tahun setelah Dentuman Besar (Big Bang). Temuan ini mengejutkan para astronom karena struktur sebesar itu diperkirakan baru muncul satu hingga dua miliar tahun lebih lambat.
Objek tersebut dikenal sebagai JADES-ID1, bagian dari program pengamatan JWST Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES). JADES-ID1 memiliki massa sekitar 20 triliun kali massa Matahari dan dikategorikan sebagai “protocluster”, yaitu tahap awal pembentukan gugus galaksi.
Penemuan ini diperoleh melalui gabungan data dari Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope. Hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.
Gugus galaksi merupakan struktur terbesar di alam semesta. Di dalamnya terdapat ratusan hingga ribuan galaksi yang saling terikat oleh gravitasi. Selain galaksi, gugus ini juga dipenuhi gas superpanas bersuhu jutaan derajat yang memancarkan sinar-X, serta mengandung materi gelap dalam jumlah besar.
Selama ini, para ilmuwan menggunakan gugus galaksi untuk mempelajari perluasan alam semesta, serta memahami peran energi gelap dan materi gelap dalam evolusi kosmik.
Keistimewaan JADES-ID1 terletak pada usianya yang sangat tua. Objek ini terdeteksi pada masa ketika alam semesta baru berusia sekitar satu miliar tahun. Sebagian besar model kosmologi memprediksi bahwa belum ada cukup waktu bagi struktur sebesar ini untuk terbentuk pada periode tersebut.
Akos Bogdan dari Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian menyebut JADES-ID1 kemungkinan merupakan protocluster terjauh yang pernah dikonfirmasi. Ia menilai temuan ini menunjukkan bahwa alam semesta berkembang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Rekan peneliti lainnya, Qiong Li dari University of Manchester, mengatakan sebelumnya para astronom memperkirakan protocluster sebesar ini baru akan ditemukan dua hingga tiga miliar tahun setelah Big Bang. Ia menambahkan, setelah sebelumnya ditemukan galaksi dan lubang hitam raksasa di masa awal kosmos, kini terbukti bahwa gugus galaksi pun dapat tumbuh dengan cepat.
JADES-ID1 ditemukan di wilayah langit yang sangat khusus, yakni area survei JADES yang tumpang tindih dengan Chandra Deep Field South, lokasi pengamatan sinar-X terdalam yang pernah dilakukan.
Teleskop Webb mendeteksi sedikitnya 66 kandidat galaksi yang terikat oleh gravitasi di wilayah tersebut. Sementara itu, Chandra mengidentifikasi adanya awan gas panas raksasa yang menyelimuti galaksi-galaksi tersebut. Kombinasi dua bukti ini memastikan bahwa JADES-ID1 benar-benar merupakan protocluster.
Dalam proses pembentukan gugus galaksi, gas akan tertarik ke pusat gravitasi dan dipanaskan oleh gelombang kejut hingga mencapai suhu jutaan derajat. Gas panas inilah yang memancarkan sinar-X dan menjadi penanda penting keberadaan gugus galaksi muda.
Christopher Conselice dari University of Manchester menyebut bahwa penemuan seperti ini hanya bisa terjadi ketika dua teleskop kuat mengamati area langit yang sama hingga batas kemampuannya.
Tantangan selanjutnya bagi para ilmuwan adalah menjelaskan proses pembentukan cepat protocluster tersebut. Dalam miliaran tahun ke depan, JADES-ID1 diperkirakan akan berkembang menjadi gugus galaksi masif seperti yang kini terlihat lebih dekat dengan Bumi.
Sumber: NASA
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
ILMUWAN dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA telah mengonfirmasi sebuah pencapaian luar biasa dalam pertahanan planet.
NASA memastikan asteroid 2024 YR4 tidak akan menghantam Bulan pada 2032 setelah pengamatan terbaru Teleskop James Webb. Simak detail lintasan amannya di sini.
Teleskop James Webb (JWST) menangkap detail menakjubkan galaksi spiral NGC 5134. Lihat bagaimana debu kosmik dan bintang muda membentuk siklus kehidupan di luar angkasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved