Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Roblox Disorot Pemerintah Australia Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Anak

Ferdian Ananda Majni
10/2/2026 21:13
Roblox Disorot Pemerintah Australia Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Anak
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Australia memanggil pimpinan Roblox menyusul meningkatnya kekhawatiran atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di platform gim daring tersebut, yang mayoritas penggunanya masih berusia di bawah 13 tahun

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil jajaran pimpinan perusahaan gim Roblox untuk membahas maraknya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di platform tersebut.

Dalam pernyataan pada Selasa (10/2), Wells mengatakan telah mengirim surat resmi kepada para eksekutif Roblox untuk mengundang mereka dalam pertemuan guna menjelaskan langkah konkret yang diambil perusahaan terkait perlindungan anak.

"Saya rasa banyak di antara Anda, termasuk saya, mungkin merasa jijik dengan fakta bahwa anak-anak usia empat atau lima tahun melihat kekerasan grafis dan tanpa alasan di platform ini," kata Wells kepada stasiun televisi nasional ABC.

Wells juga menyebut telah meminta Komisioner eSafety Australia, selaku regulator internet nasional, untuk meninjau kemungkinan penerapan tindakan mendesak terhadap perusahaan gim tersebut.

Sorotan terhadap Roblox menguat setelah laporan Hindenburg Research pada 2024 menyebut platform itu sebagai lingkungan yang rentan disusupi predator seksual, dengan temuan adanya konten pelecehan dan pornografi yang melibatkan anak di bawah umur.

Berdasarkan data perusahaan, sekitar 40 persen pengguna Roblox pada 2024 merupakan anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Gim daring tersebut digunakan oleh sekitar 100 juta orang setiap harinya di seluruh dunia.

Perusahaan gim asal Amerika Serikat itu telah lama mendapat kritik karena dinilai belum cukup efektif melindungi anak-anak dari risiko pelecehan seksual di platformnya. 

Menanggapi tekanan tersebut, Roblox tahun lalu mengumumkan rencana penerapan verifikasi wajah atau identitas wajib bagi pengguna yang ingin mengakses fitur obrolan.

Dalam pernyataan tertulis kepada AFP, Roblox menyatakan menyambut baik undangan pertemuan dengan pemerintah Australia.

"Kami menyambut kesempatan untuk memberi tahu Menteri (Wells) mengenai langkah-langkah yang kami ambil untuk membantu menjaga keamanan komunitas," kata perusahaan tersebut.

Seorang juru bicara Roblox menegaskan bahwa pihaknya memiliki kebijakan dan proses keamanan yang kuat untuk membantu melindungi pengguna lebih dari platform lain.

Roblox termasuk salah satu platform yang dikecualikan dari kebijakan pembatasan usia bagi anak di bawah 16 tahun di Australia, bersama Discord, WhatsApp, dan Lego Play. Sementara itu, platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dikenai batasan usia yang lebih ketat.

Meski demikian, Roblox telah diblokir di sejumlah negara, termasuk Qatar, Irak, dan Turki, terutama karena kekhawatiran terkait keselamatan anak. Di Amerika Serikat, aplikasi tersebut juga menghadapi gugatan hukum di negara bagian Texas dan Louisiana dengan alasan serupa. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya