Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa air di Bumi berasal dari tabrakan asteroid atau meteorit yang membawa air maupun unsur pembentuknya. Namun, penelitian terbaru justru menantang teori populer tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Icarus dan dilaporkan oleh Discover Magazine menunjukkan bahwa bahan pembentuk air kemungkinan sudah ada di Bumi sejak masa awal pembentukannya.
Kunci dari temuan ini terletak pada hidrogen yang merupakan unsur utama pembentuk air. Tanpa hidrogen, air tidak akan ada, dan tanpa air, kehidupan di Bumi mustahil berkembang. Karena itu, menelusuri asal-usul hidrogen diperlukan para peneliti untuk memahami bagaimana kehidupan pertama kali eksis di planet ini.
Menariknya, para peneliti justru menggunakan meteorit untuk membuktikan bahwa air Bumi mungkin tidak berasal dari luar angkasa. Tim dari Universitas Oxford meneliti jenis meteorit langka bernama enstatite chondrite, yang komposisinya diyakini sangat mirip dengan material penyusun Bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Dari penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa meteorit ini mengandung hidrogen dalam jumlah signifikan. Temuan ini memunculkan kesimpulan penting, yaitu jika material yang menyerupai Bumi purba sudah kaya akan hidrogen, maka planet Bumi kemungkinan besar juga memiliki hidrogen sejak awal terbentuk, jauh sebelum adanya hujan asteroid.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi. Untuk itu, tim meneliti meteorit bernama LAR 12252 yang ditemukan di Antarktika menggunakan sinar-X berenergi tinggi dari alat raksasa bernama sinkrotron.
Hasilnya cukup mengejutkan. Hidrogen sulfida justru ditemukan “terkurung" di dalam struktur kristal meteorit, bukan di bagian retakan atau area berkarat yang biasanya menjadi tanda kontaminasi. Area yang terkontaminasi justru hampir tidak mengandung hidrogen sama sekali.
“Kami sangat antusias ketika analisis menunjukkan adanya hidrogen sulfida, meski tidak berada di lokasi yang kami perkirakan,” ujar Tom Barrett, mahasiswa pascasarjana Universitas Oxford sekaligus penulis studi tersebut. Menurutnya, kecil kemungkinan hidrogen tersebut berasal dari kontaminasi Bumi, sehingga memperkuat dugaan bahwa unsur itu memang sudah ada sejak awal.
Karena Bumi purba diyakini terbentuk dari material serupa enstatite chondrite, para peneliti berpendapat bahwa planet ini telah menyimpan cukup banyak hidrogen bahkan sebelum mengalami tabrakan dengan asteroid. Artinya, air di Bumi bisa jadi merupakan hasil alami dari komposisi internal planet, bukan akibat kiriman dari meteor luar angkasa.
“Kami kini percaya bahwa material pembentuk Bumi jauh lebih kaya hidrogen dibandingkan yang selama ini diperkirakan,” kata James Bryson, profesor Universitas Oxford dan salah satu penulis studi.
Temuan ini mendukung gagasan bahwa pembentukan air di Bumi merupakan proses alami, bukan kebetulan akibat hantaman asteroid yang membawa air setelah planet ini terbentuk.
Sumber: Discover Magazine.
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Studi terbaru (Februari 2026) mengungkap inti Bumi menyimpan hidrogen hingga 45 kali lipat dari seluruh samudra. Temukan rahasia pembentukan air di Bumi di sini.
Bahan bakar kendaraan seperti bensin adalah sumber yang tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya semakin berkurang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk menemukan pengganti
HONDA akan menampilkan kendaraan listrik bertenaga hidrogen Honda CRV e:FCEV dalam ajang balap ikonik Broadmoor Pikes Peak International Hill Climb 2025 di Amerika Serikat.
Studi terbaru oleh ilmuwan dari Universitas Oxford mengungkap Bumi purba kemungkinan mengandung lebih banyak hidrogen.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung penyediaan data yang dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan regulasi dan pedoman teknis terkait hidrogen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved