Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system) yaitu suatu keadaan di mana tiga lubang hitam terikat secara gravitasi dan saling memengaruhi satu sama lain. Fenomena ini merupakan yang pertama pernah teridentifikasi di alam semesta.
Temuan ini muncul dari analisis ulang sebuah peristiwa gelombang gravitasi misterius yang terdeteksi pada 2019 silam.
Pada tahun tersebut, Observatorium Laser Interferometer Gravitational-Wave (LIGO) di Amerika Serikat mendeteksi getaran sangat halus pada struktur ruang dan waktu, yang dikenal sebagai gelombang gravitasi. Merupakan sebuah riak kosmik yang muncul ketika objek-objek masif seperti lubang hitam bertabrakan atau bergabung. Peristiwa ini kemudian diberi nama GW190814.
Sinyal tersebut berasal dari penggabungan dua lubang hitam yang berjarak sekitar 544 hingga 912 juta tahun cahaya dari Bumi. Namun, peristiwa ini menarik perhatian karena melibatkan dua objek dengan ukuran yang sangat timpang, satu bermassa sekitar 23 kali Matahari, sementara yang lain hanya 2,6 kali massa Matahari.
Dalam studi terbaru yang terbit pada 21 Juli di jurnal The Astrophysical Journal Letters, tim peneliti mengajukan bahwa ketimpangan ekstrem ini tidak mungkin terjadi secara alami tanpa bantuan gravitasi tambahan. Mereka menduga adanya objek ketiga yang memberi dorongan gravitasi sehingga kedua lubang hitam itu bisa saling mendekat dan akhirnya menyatu.
Melalui simulasi komputer, para ilmuwan memprediksi bagaimana keberadaan objek ketiga akan memengaruhi bentuk gelombang gravitasi yang dihasilkan. Mereka menemukan pola sinyal khas yang kemudian benar-benar teridentifikasi dalam data LIGO lama.
Objek tersembunyi itu diduga kuat merupakan lubang hitam supermasif, yaitu jenis lubang hitam raksasa yang biasanya berada di pusat galaksi dan memiliki massa ratusan ribu hingga miliaran kali massa Matahari. Artinya, objek ini jauh lebih besar daripada dua lubang hitam yang terlibat langsung dalam tabrakan tersebut.
Menurut para peneliti, dua lubang hitam kecil itu kemungkinan membentuk sistem biner yang mengorbit lubang hitam supermasif, sambil tetap saling mengitari satu sama lain, mirip seperti Bumi dan Bulan yang bersama-sama mengelilingi Matahari. Konfigurasi semacam ini belum pernah diamati sebelumnya dalam sistem lubang hitam.
Lubang hitam hasil penggabungan tersebut diperkirakan akan terus mengorbit pasangan supermasifnya selama miliaran tahun, sebelum akhirnya terserap masuk dan menyatu dengannya.
“Ini merupakan bukti internasional pertama yang jelas tentang keberadaan objek kompak ketiga dalam peristiwa penggabungan dua lubang hitam. Temuan ini menunjukkan bahwa pasangan lubang hitam tersebut tidak terbentuk secara terisolasi, melainkan bagian dari sistem gravitasi yang jauh lebih kompleks," ujar Wen-Biao Han dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dikutip dari laman Live Science.
Selain memberi wawasan baru tentang bagaimana lubang hitam terbentuk dan berevolusi, temuan ini juga membuka jalan baru untuk mendeteksi lubang hitam raksasa tersembunyi lainnya melalui peristiwa gelombang gravitasi dengan rasio massa yang ekstrem.
Sejak pertama kali mendeteksi gelombang gravitasi pada 2015, LIGO telah mencatat lebih dari 100 peristiwa serupa. Setiap sinyal baru membantu ilmuwan menyusun gambaran yang lebih lengkap tentang objek-objek paling ekstrem di alam semesta. (Live Science/Z-10)
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menemukan ledakan sinar gamma yang berlangsung selama tujuh jam. Peristiwa langka ini diduga dipicu lubang hitam yang melumat sebuah bintang.
Lubang hitam supermasif di galaksi spiral NGC 3783 memuntahkan badai partikel berkecepatan 20% kecepatan cahaya setelah semburan sinar-X kuat.
Peneliti berhasil menjelaskan tabrakan dua lubang hitam “mustahil” yang membingungkan ilmuwan sejak 2023. Kuncinya ternyata terletak pada kekuatan medan magnet bintang.
Ilmuwan dari Universitas Oxford dan CERN berhasil menciptakan kondisi mirip “bola api kosmik” di laboratorium, meniru semburan plasma dari lubang hitam raksasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Tahukah kamu Bumi berputar dan melaju luar biasa cepat di angkasa? Meski bergerak lebih dari 100.000 km per jam, kita sama sekali tak merasakannya. Inilah penjelasan ilmiahnya.
Messier 96 terdistorsi tarikan gravitasi, memunculkan bintang muda. Dari galaksi miring hingga CMB, ungkap evolusi semesta dari awal hingga kini.
Kini, bukti terbaru menguatkan dugaan bahwa lubang kolosal ini adalah sisa tumbukan meteorit raksasa dari miliaran tahun silam.
Studi terbaru Technion mengungkap bahwa sebagian besar planet di alam semesta mungkin merupakan "planet nakal"—planet yang tidak lagi terikat pada bintang induknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved