Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Astronom Ungkap Dugaan Triple Black Hole System Pertama di Alam Semesta

Abi Rama
29/12/2025 14:15
Astronom Ungkap Dugaan Triple Black Hole System Pertama di Alam Semesta
Para astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system).(Lubang hitam.)

PARA astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system) yaitu suatu keadaan di mana tiga lubang hitam terikat secara gravitasi dan saling memengaruhi satu sama lain. Fenomena ini merupakan yang pertama pernah teridentifikasi di alam semesta.

Temuan ini muncul dari analisis ulang sebuah peristiwa gelombang gravitasi misterius yang terdeteksi pada 2019 silam.

Pada tahun tersebut, Observatorium Laser Interferometer Gravitational-Wave (LIGO) di Amerika Serikat mendeteksi getaran sangat halus pada struktur ruang dan waktu, yang dikenal sebagai gelombang gravitasi. Merupakan sebuah riak kosmik yang muncul ketika objek-objek masif seperti lubang hitam bertabrakan atau bergabung. Peristiwa ini kemudian diberi nama GW190814.

Sinyal tersebut berasal dari penggabungan dua lubang hitam yang berjarak sekitar 544 hingga 912 juta tahun cahaya dari Bumi. Namun, peristiwa ini menarik perhatian karena melibatkan dua objek dengan ukuran yang sangat timpang, satu bermassa sekitar 23 kali Matahari, sementara yang lain hanya 2,6 kali massa Matahari.

Dalam studi terbaru yang terbit pada 21 Juli di jurnal The Astrophysical Journal Letters, tim peneliti mengajukan bahwa ketimpangan ekstrem ini tidak mungkin terjadi secara alami tanpa bantuan gravitasi tambahan. Mereka menduga adanya objek ketiga yang memberi dorongan gravitasi sehingga kedua lubang hitam itu bisa saling mendekat dan akhirnya menyatu.

Melalui simulasi komputer, para ilmuwan memprediksi bagaimana keberadaan objek ketiga akan memengaruhi bentuk gelombang gravitasi yang dihasilkan. Mereka menemukan pola sinyal khas yang kemudian benar-benar teridentifikasi dalam data LIGO lama.

Objek tersembunyi itu diduga kuat merupakan lubang hitam supermasif, yaitu jenis lubang hitam raksasa yang biasanya berada di pusat galaksi dan memiliki massa ratusan ribu hingga miliaran kali massa Matahari. Artinya, objek ini jauh lebih besar daripada dua lubang hitam yang terlibat langsung dalam tabrakan tersebut.

Menurut para peneliti, dua lubang hitam kecil itu kemungkinan membentuk sistem biner yang mengorbit lubang hitam supermasif, sambil tetap saling mengitari satu sama lain, mirip seperti Bumi dan Bulan yang bersama-sama mengelilingi Matahari. Konfigurasi semacam ini belum pernah diamati sebelumnya dalam sistem lubang hitam.

Lubang hitam hasil penggabungan tersebut diperkirakan akan terus mengorbit pasangan supermasifnya selama miliaran tahun, sebelum akhirnya terserap masuk dan menyatu dengannya.

“Ini merupakan bukti internasional pertama yang jelas tentang keberadaan objek kompak ketiga dalam peristiwa penggabungan dua lubang hitam. Temuan ini menunjukkan bahwa pasangan lubang hitam tersebut tidak terbentuk secara terisolasi, melainkan bagian dari sistem gravitasi yang jauh lebih kompleks," ujar Wen-Biao Han dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dikutip dari laman Live Science.

Selain memberi wawasan baru tentang bagaimana lubang hitam terbentuk dan berevolusi, temuan ini juga membuka jalan baru untuk mendeteksi lubang hitam raksasa tersembunyi lainnya melalui peristiwa gelombang gravitasi dengan rasio massa yang ekstrem.

Sejak pertama kali mendeteksi gelombang gravitasi pada 2015, LIGO telah mencatat lebih dari 100 peristiwa serupa. Setiap sinyal baru membantu ilmuwan menyusun gambaran yang lebih lengkap tentang objek-objek paling ekstrem di alam semesta. (Live Science/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik