Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bumi Dikabarkan akan Kehilangan Gravitasi pada 12 Agustus 2026, Begini Faktanya

Muhammad Ghifari A
20/1/2026 23:10
Bumi Dikabarkan akan Kehilangan Gravitasi pada 12 Agustus 2026, Begini Faktanya
Ilustrasi Bumi(Doc YIMG)

BEBERAPA waktu lalu media sosial TikTok dan Instagram diramaikan oleh narasi mencekam yang menyebutkan bahwa Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026. Meski telah dibagikan ratusan ribu kali, klaim ini dipastikan murni hoaks dan sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah.

Narasi viral tersebut mengeklaim bahwa NASA telah mengetahui fenomena ini melalui dokumen rahasia bocoran tahun 2024 berjudul “Project Anchor”. Proyek tersebut disebut-sebut menelan anggaran fantastis hingga 89 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.502 triliun untuk mengantisipasi jatuhnya puluhan juta korban jiwa saat gravitasi kembali normal.

Kaitkan Fenomena Gerhana Matahari

Isu ini terasa meyakinkan bagi sebagian orang karena tanggal yang disebutkan, yakni 12 Agustus 2026, bertepatan dengan fenomena astronomi nyata: Gerhana Matahari Total. Fenomena ini akan melintasi wilayah Arktik hingga Spanyol.

Namun, para ahli menegaskan bahwa gerhana adalah peristiwa posisi benda langit yang rutin dan dapat diprediksi secara akurat. Menghubungkan gerhana dengan hilangnya gaya tarik bumi hanyalah taktik untuk menarik perhatian (clickbait) tanpa dasar fisika yang jelas.

Bertentangan dengan Hukum Newton

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa pada detik ketiga hingga keempat, manusia akan melayang setinggi 15-20 meter sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah di detik ketujuh. Namun, klaim dramatis ini langsung terbantahkan oleh hukum dasar fisika.

Berdasarkan Hukum Pertama Newton (Inersia), benda yang diam akan tetap diam kecuali ada gaya luar yang memengaruhinya. Jika gravitasi mendadak hilang, manusia tidak akan otomatis terlempar ke angkasa. Tanpa adanya gaya dorong yang kuat, seperti melompat, mustahil seseorang bisa melayang hingga puluhan meter dalam hitungan detik.

Fakta Mengenai Gravitasi dan Lubang Hitam

Penyebar hoaks juga mencatut istilah sains seperti "perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam". Faktanya, gelombang gravitasi bersifat sangat lemah dan hanya bisa dideteksi oleh instrumen superpresisi seperti LIGO. Gelombang tersebut tidak memiliki kekuatan untuk membatalkan gaya tarik sebuah planet.

Secara sains, satu-satunya cara Bumi kehilangan gravitasi adalah jika seluruhsementara mulai dari inti hingga kerak bumi lenyap seketika. Selama Bumi masih ada sebagai planet bermassa, gravitasi akan tetap bekerja tanpa bisa "dimatikan" sementara.

Dapat dipastikan bahwa kabar Bumi kehilangan gravitasi pada 2026 adalah informasi palsu. Di tengah banjir informasi saat ini, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyebarkan ketakutan tanpa bukti ilmiah yang valid.

Sumber: IFL Science



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya