Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MISI eksplorasi Mars milik NASA baru saja mencatatkan pencapaian monumental. Kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) yang terpasang pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) secara resmi telah mengambil 100.000 foto permukaan Planet Merah sejak pertama kali bertugas.
NASA mengumumkan pencapaian ini pada Rabu (17/12). Foto ke-100.000 tersebut sebenarnya diambil pada 7 Oktober lalu, yang menampilkan pemandangan luar biasa dari wilayah Syrtis Major.
"Citra tersebut menunjukkan bentukan mesa (bukit datar) dan gumuk pasir di wilayah Syrtis Major, sekitar 80 kilometer tenggara Kawah Jezero, lokasi yang saat ini tengah dijelajahi wahana penjelajah Perseverance," ungkap pejabat NASA dalam pernyataan resminya.
Saat ini, para ilmuwan sedang menganalisis foto tersebut. Analisis itu untuk memahami lebih dalam mengenai sumber pasir yang terbawa angin hingga terjebak di bentang alam wilayah tersebut dan membentuk gumuk pasir.
Sejak tiba di orbit Mars pada Maret 2006, MRO memiliki misi utama mencari tanda-tanda aktivitas air di masa lalu serta melakukan berbagai investigasi ilmiah lainnya. Kamera HiRISE menjadi instrumen kunci karena kemampuannya yang luar biasa dalam menangkap detail permukaan Mars. Kamera ini bahkan mampu mendeteksi objek sekecil meja kopi dari ketinggian orbitnya.
"HiRISE adalah instrumen yang diandalkan misi ini untuk mendapatkan gambar resolusi tinggi dari berbagai fitur, mulai dari kawah tubrukan, gumuk pasir, deposit es, hingga calon lokasi pendaratan misi masa depan," tambah pihak NASA.
Data-data visual ini sangat krusial bagi NASA untuk meningkatkan pemahaman tentang Mars. Sekaligus mempersiapkan misi berawak manusia ke planet tersebut di masa depan.
Meskipun MRO telah beroperasi selama hampir dua dekade, predikat wahana pengorbit tertua NASA di Mars masih dipegang Mars Odyssey yang telah mengudara sejak Oktober 2001. Secara keseluruhan, saat ini terdapat sembilan wahana antariksa yang aktif mempelajari Mars dari dekat, termasuk robot penjelajah Curiosity dan Perseverance.
Namun, di tengah perayaan rekor HiRISE, NASA juga menghadapi tantangan pada armada lainnya. Wahana pengorbit MAVEN dilaporkan mengalami kendala teknis dan kehilangan kontak sejak 4 Desember lalu. Tim teknis masih berupaya memulihkan komunikasi setelah wahana tersebut terdeteksi berputar secara tidak terduga di luar kendali normal. (Space/Z-2)
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved