Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital Indonesia membutuhkan talenta muda yang tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu menjadi pencipta teknologi. Dalam momentum inilah ZARFIX, perusahaan teknologi Indonesia yang berfokus pada Artificial Intelligence (AI), robotika, dan pengembangan ekosistem digital, mengambil peran strategis melalui kolaborasinya dengan USG Education dalam penyelenggaraan 2025 Noble Scholar Competition & One Day for the Future.
Melalui rangkaian Future Tech in Action Workshop, ZARFIX menghadirkan pengalaman langsung bagi pelajar SMA untuk memahami bagaimana AI dan robotika bekerja, serta bagaimana teknologi dapat menjadi mitra kreatif dalam proses inovasi.
COO USG Education, Ariyani Mawardi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ZARFIX memberikan nilai tambah signifikan pada program tahun ini. Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi AI dan robotika mampu menciptakan ruang belajar yang lebih relevan serta mendukung pembentukan kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan global.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, menyatakan apresiasinya terhadap kontribusi ZARFIX dalam mendorong kreativitas generasi muda. Beliau menilai bahwa pemanfaatan teknologi mutakhir dalam pendidikan merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional.
Dipimpin oleh Muhammad Farhan Gunawan, Lead Developer ZARFIX, sesi Future Tech in Action memberikan gambaran nyata tentang bagaimana AI dan robotika dapat berperan dalam kehidupan sehari-hari maupun industri. Melalui demonstrasi Robodog dengan AI Vision, Voice Command, dan real-time adaptive movement, peserta dapat menyaksikan bagaimana kolaborasi manusia–AI menghasilkan efisiensi, presisi, dan kreativitas di berbagai bidang.
Selain itu, melalui mini competition bertajuk Solve With AI, ZARFIX memperkenalkan pendekatan inovasi terstruktur yang mengajak siswa untuk mengidentifikasi permasalahan nyata, merumuskan alternatif solusi berbasis AI, menyusun konsep digital dalam format .md, hingga menghasilkan prototipe web/app menggunakan Replit.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu ditentukan oleh latar belakang teknis, tetapi oleh kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.
Co-Founder & Strategic Finance Advisor ZARFIX, Naufal Arda Wiharandiya, menyampaikan bahwa di tengah persiapan ZARFIX untuk mewakili Indonesia pada ajang Take Off Istanbul pada 10-11 Desember 2025, kolaborasi dalam 2025 Noble Scholar Competition & One Day for the Future menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya talenta muda yang siap memimpin transformasi digital nasional.
Ia menekankan bahwa akses terhadap teknologi seperti AI harus membuka ruang bagi kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi benar-benar tumbuh sebagai pencipta masa depan,” ujarnya.
Keterlibatan ZARFIX dalam 2025 Noble Scholar Competition & One Day for the Future memperlihatkan konsistensinya dalam mendukung penguatan literasi teknologi di tingkat pendidikan.
Di tengah persiapan ZARFIX untuk mewakili Indonesia pada Take Off Istanbul 2025, program ini menjadi platform strategis untuk meluaskan dampak dan memberikan pengalaman langsung mengenai teknologi masa depan.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan dan inovator teknologi, ZARFIX berharap dapat memfasilitasi generasi muda agar lebih siap menghadapi pasar global yang kompetitif dan berkembang pesat. Perusahaan menilai bahwa penguasaan teknologi digital merupakan pondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di era transformasi industri. (E-4)
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved