Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya kesenjangan akses digital di dunia, mahasiswa Columbia University asal Indonesia, Glory Lamria Aritonang, tampil membawa gagasan bahwa akses internet dan literasi digital adalah bagian dari hak asasi manusia.
Gagasan tersebut ia sampaikan dalam forum global One Young World Summit 2025 di Muenchen, Jerman, Oktober 2025, yang dihadiri lebih dari 1.000 pemimpin muda dari berbagai negara.
Melalui inisiatif sosialnya, ChapterOne Indonesia, Glory berfokus pada kesetaraan digital bagi perempuan dan anak muda di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Ia percaya bahwa literasi digital tidak hanya tentang kemampuan teknologi, tetapi juga tentang keadilan sosial dan peluang yang setara untuk berkembang.
“Literasi digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang martabat manusia. Anak perempuan di daerah terpencil berhak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berinovasi, dan bermimpi,” ujar Glory.
One Young World (OYW) adalah organisasi nirlaba internasional yang sejak tahun 2010 telah mempertemukan pemimpin muda paling cemerlang dari seluruh dunia, dengan tujuan memberdayakan mereka untuk menciptakan dampak positif secara global.
Kerap dijuluki sebagai “Young Davos”, forum ini menjadi wadah untuk merespons tantangan besar dunia, mulai dari perubahan iklim, ketimpangan gender, hingga krisis pengungsi.
Proses seleksi menuju One Young World Summit sangat kompetitif. Untuk beberapa kategori tingkat penerimaannya bahkan di bawah 1%.
Sejumlah tokoh dunia pernah menjadi pembicara di forum ini, di antaranya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, Meghan Markle, Terry Crews, Jane Goodall, Cher, dan mantan Presiden Irlandia Mary Robinson.
Melalui keterlibatannya di forum global tersebut, Glory berharap dapat mengangkat kesadaran internasional bahwa kesenjangan digital adalah bentuk baru dari ketidaksetaraan sosial.
Visi jangka panjangnya adalah mendorong kebijakan publik yang berpihak pada literasi digital perempuan dan anak muda, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal dalam pembangunan infrastruktur teknologi.
“Keadilan digital adalah fondasi masa depan. Dunia tidak bisa berbicara tentang pembangunan berkelanjutan tanpa memastikan setiap anak muda memiliki akses yang setara terhadap informasi dan pengetahuan,” tegasnya.
Dengan partisipasinya di One Young World, Glory membawa suara Indonesia ke panggung global dan memperlihatkan bahwa inovasi sosial dapat lahir dari empati, bukan hanya dari teknologi. (Z-1)
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar edukasi Pemasaran dan Digital Branding bagi UMKM untuk siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved