Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUNAHAN massal dinosaurus 66 juta tahun lalu umumnya dikaitkan dengan dampak asteroid besar yang memicu bencana iklim global. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa siklus reproduksi yang unik dan lambat pada dinosaurus ternyata menjadi faktor internal yang menghambat kemampuan mereka untuk pulih dari bencana tersebut.
Korelasi antara kebutuhan waktu matang yang lama dengan perubahan lingkungan yang mendadak adalah kunci mengapa dinosaurus gagal beradaptasi, sementara mamalia bertahan hidup.
Masalah utama dinosaurus terletak pada berapa lama waktu yang dibutuhkan individu muda untuk mencapai kematangan seksual dan mulai bereproduksi. Dinosaurus, terutama spesies besar, membutuhkan waktu bertahun-tahun—bahkan puluhan tahun—untuk tumbuh dewasa sepenuhnya.
Ketika bencana global yang dipicu oleh dampak asteroid melanda (termasuk kegelapan, pendinginan global, dan kurangnya sumber makanan), populasi dinosaurus mengalami kerugian besar:
Mamalia, yang berhasil selamat dari kepunahan massal Kapur-Paleogen, memiliki keunggulan reproduksi yang sangat signifikan. Mamalia cenderung memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan, yang paling penting, mencapai kematangan reproduksi dalam waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan dinosaurus.
Kecepatan reproduksi ini memungkinkan mamalia untuk:
Dengan demikian, terungkap bahwa siklus reproduksi yang lambat dari dinosaurus, yang merupakan ciri khas mereka, bertindak sebagai faktor risiko yang mematikan.
Ketika dihadapkan pada perubahan lingkungan yang mendadak dan parah, kelemahan ini menentukan nasib mereka, mengukuhkan korelasi antara biologi internal dan kepunahan massal.
Sumber: nationalgeographic.grid.id, harapanrakyat.com, pmc.ncbi.nlm.nih.gov
Tyrannosaurus rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan.
Fosil-fosil ini memperlihatkan segregasi usia telur dan anak-anak ditemukan di satu area, sedangkan individu yang lebih tua berada di area lain yang dianggap sebagai tanda perilaku
Selama puluhan tahun, dinosaurus masih menyimpan banyak misteri bagi para ilmuwan hingga pertanyaan bagaimana sebenarnya dinosaurus berkembang biak atau kawin.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Jejak-jejak dinosaurus tersebut membentang hingga ratusan meter di sebuah dinding gunung di Lembah Fraele.
Sepanjang tahun 2025 sejauh ini, telah ditemukan 44 spesies dinosaurus baru hampir satu penemuan setiap pekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved