Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Siklus Reproduksi Ternyata Turut Mendukung Kepunahan Dinosaurus

Cornelius Juan Prawira
22/11/2025 23:20
Siklus Reproduksi Ternyata Turut Mendukung Kepunahan Dinosaurus
Ilustrasi dinosaurus(freepik)

KEPUNAHAN massal dinosaurus 66 juta tahun lalu umumnya dikaitkan dengan dampak asteroid besar yang memicu bencana iklim global. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa siklus reproduksi yang unik dan lambat pada dinosaurus ternyata menjadi faktor internal yang menghambat kemampuan mereka untuk pulih dari bencana tersebut.
 
Korelasi antara kebutuhan waktu matang yang lama dengan perubahan lingkungan yang mendadak adalah kunci mengapa dinosaurus gagal beradaptasi, sementara mamalia bertahan hidup.

Jeda panjang menuju kematangan 

Masalah utama dinosaurus terletak pada berapa lama waktu yang dibutuhkan individu muda untuk mencapai kematangan seksual dan mulai bereproduksi. Dinosaurus, terutama spesies besar, membutuhkan waktu bertahun-tahun—bahkan puluhan tahun—untuk tumbuh dewasa sepenuhnya.

Ketika bencana global yang dipicu oleh dampak asteroid melanda (termasuk kegelapan, pendinginan global, dan kurangnya sumber makanan), populasi dinosaurus mengalami kerugian besar:

  • Generasi yang Hilang: Banyak individu muda mati sebelum sempat mencapai usia reproduksi.
  • Pemulihan Lambat: Bahkan dinosaurus dewasa yang selamat tidak dapat dengan cepat menghasilkan generasi baru untuk mengganti kerugian populasi karena siklus reproduksi mereka yang lambat dan terbatas.

Kontras dengan mamalia yang bertahan 

Mamalia, yang berhasil selamat dari kepunahan massal Kapur-Paleogen, memiliki keunggulan reproduksi yang sangat signifikan. Mamalia cenderung memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan, yang paling penting, mencapai kematangan reproduksi dalam waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan dinosaurus.

Kecepatan reproduksi ini memungkinkan mamalia untuk:

  • Mengganti Populasi Lebih Cepat: Mereka dapat pulih dari penurunan populasi secara eksponensial dalam waktu yang relatif singkat.
  • Beradaptasi Lebih Fleksibel: Siklus hidup yang cepat berarti generasi baru dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru (seperti suhu yang lebih dingin atau sumber makanan baru) dalam jangka waktu geologis yang lebih singkat.

Dengan demikian, terungkap bahwa siklus reproduksi yang lambat dari dinosaurus, yang merupakan ciri khas mereka, bertindak sebagai faktor risiko yang mematikan. 

Ketika dihadapkan pada perubahan lingkungan yang mendadak dan parah, kelemahan ini menentukan nasib mereka, mengukuhkan korelasi antara biologi internal dan kepunahan massal.

Sumber: nationalgeographic.grid.id, harapanrakyat.com, pmc.ncbi.nlm.nih.gov



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya