Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.1, pembaruan terbaru dari model kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam ChatGPT. Versi terbaru ini diklaim menghadirkan peningkatan signifikan, baik dari segi kecerdasan, kecepatan berpikir, serta kemampuan berinteraksi yang lebih natural. Peluncuran dilakukan secara bertahap mulai 12 November 2025, dimulai untuk pengguna berbayar, sebelum akhirnya tersedia untuk pengguna gratis.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut GPT-5.1 sebagai langkah maju yang menggabungkan kemampuan analisis lebih dalam dengan gaya komunikasi yang lebih manusiawi. "Kami mendengar bahwa kecerdasan buatan tidak hanya harus cerdas, tetapi juga menyenangkan untuk diajak berbicara," tulis tim pengembang OpenAI.
GPT-5.1 hadir dalam dua versi, yaitu GPT-5.1 Instant dan GPT-5.1 Thinking. Model Instant difokuskan untuk respons cepat dan interaksi ringan, sementara model Thinking dirancang untuk penalaran yang lebih kompleks dan mendalam.
Pada GPT-5.1 Instant, ChatGPT kini tampil dengan nada bicara yang lebih hangat dan komunikatif. Berdasarkan hasil uji coba tahap awal, model ini menunjukkan peningkatan dalam memahami konteks percakapan serta menyesuaikan nada jawaban agar lebih relevan dengan suasana obrolan.
Misalnya, ketika pengguna menulis, "Aku sedang stres, tolong bantu aku untuk merasa rileks," berbeda dengan GPT-5 yang biasanya akan menjawab dengan kaku, GPT-5.1 Instant akan menanggapi dengan nada empatik seperti, "Wajar sekali kamu merasa seperti itu. Coba tarik napas dalam-dalam dengan pola empat detik masuk, empat detik tahan, dan empat detik keluar."
Sementara itu, GPT-5.1 Thinking difokuskan pada peningkatan kemampuan penalaran adaptif. Model ini dapat menyesuaikan waktu berpikir tergantung pada tingkat kerumitan pertanyaan. OpenAI menyatakan bahwa model ini akan memberikan jawaban cepat untuk pertanyaan sederhana dan respons mendalam untuk persoalan yang kompleks. Selain itu, bahasanya dibuat lebih lugas dan minim istilah teknis, sehingga lebih mudah dipahami oleh pengguna umum.
GPT-5.1 juga memperkenalkan fitur adaptive reasoning yang memungkinkan model menilai kapan perlu melakukan pemikiran lebih dalam sebelum memberikan jawaban. Teknologi ini membuat GPT-5.1 lebih akurat dalam menangani pertanyaan sulit, sekaligus tetap responsif untuk tugas ringan.
Selain peningkatan kecerdasan, OpenAI juga menambahkan fitur personalisasi baru yang memungkinkan pengguna menyesuaikan gaya komunikasi ChatGPT. Opsi nada yang tersedia kini meliputi Default, Friendly, Efficient, Professional, Candid, dan Quirky, masing-masing mewakili kepribadian dan gaya interaksi yang berbeda. Ragam opsi ini memungkinkan pengguna merasa lebih nyaman saat berinteraksi dengan ChatGPT.
Pada tahap awal peluncuran, GPT-5.1 akan tersedia di aplikasi ChatGPT dan segera hadir di API OpenAI. Meski begitu, OpenAI memberitahukan bahwa model sebelumnya, GPT-5, masih dapat diakses selama tiga bulan ke depan agar pengguna memiliki waktu untuk beradaptasi dengan model terbaru sebelum akhirnya dihilangkan.
Dengan peningkatan ini, GPT-5.1 tidak hanya menjanjikan kecerdasan yang lebih tinggi, tetapi juga pengalaman percakapan yang lebih alami dan empatik. OpenAI menegaskan bahwa tujuan utama pembaruan ini adalah menjadikan ChatGPT semakin bermanfaat, adaptif, dan menyenangkan untuk digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari pekerjaan profesional hingga percakapan ringan sehari-hari. (OpenAI/Z-10)
OpenAI resmi merilis GPT-5.1 dengan karakter lebih hangat dan pilihan kepribadian baru. Dua model, GPT-5.1 Instant dan Thinking, hadir untuk tingkatkan pengalaman ChatGPT.
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved