Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lubang Hitam Pancarkan Cahaya Setara 10 Triliun Matahari, Pecahkan Rekor Alam Semesta

Sekar Arum Pramudita
09/11/2025 14:13
Lubang Hitam Pancarkan Cahaya Setara 10 Triliun Matahari, Pecahkan Rekor Alam Semesta
Ilustrasi sebuah lubang hitam supermasif sedang menghancurkan sebuah bintang besar dengan massa setidaknya 30 kali lipat dari Matahari.(Dok. Caltech/R. Hurt (IPAC))

PARA astronom dibuat tercengang oleh fenomena luar angkasa yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Sebuah lubang hitam supermasif di galaksi jauh tiba-tiba memancarkan semburan cahaya luar biasa terang, setara dengan 10 triliun Matahari, setelah melahap bintang berukuran raksasa.

Peristiwa tersebut diduga merupakan tidal disruption event (TDE), yakni fenomena saat sebuah bintang tersedot dan hancur akibat tarikan gravitasi lubang hitam. Jika benar terkonfirmasi, peristiwa yang diberi nama J2245+3743 ini akan menjadi semburan energi paling kuat dan paling jauh yang pernah diamati manusia.

“Bayangkan seluruh Matahari kita diubah menjadi energi menggunakan rumus terkenal Einstein, E = mc². Sebanyak itulah energi yang dipancarkan dari semburan ini sejak pertama kali kami mengamatinya,” ujar K. E. Saavik Ford, astronom dari City University of New York dan anggota tim peneliti.

Pecahkan Rekor Fenomena Sebelumnya

Temuan tersebut dipublikasikan pada 4 November di jurnal Nature Astronomy dan langsung melampaui rekor sebelumnya. Pada 2023, ilmuwan sempat mencatat peristiwa serupa yang dijuluki “Scary Barbie”, melibatkan bintang bermassa 3 hingga 10 kali massa Matahari. Namun, peristiwa kali ini jauh lebih besar dan jauh lebih terang dari apa pun yang pernah tercatat sebelumnya.

Semburan dari Jarak 10 Miliar Tahun Cahaya

Fenomena J2245+3743 berasal dari inti galaksi aktif atau active galactic nucleus (AGN), yakni lubang hitam supermasif yang aktif menyedot materi di sekitarnya. Lubang hitam ini diperkirakan memiliki massa lebih dari 500 juta kali massa Matahari dan berada pada jarak sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Selama beberapa bulan pengamatan, semburan cahaya tersebut bersinar hingga 30 kali lebih terang dari fenomena serupa yang pernah terdeteksi sebelumnya dengan puncak kecerahan setara 10 triliun Matahari. Intensitasnya bahkan sempat berubah hingga 40 kali lipat selama periode pengamatan.

“Energinya menunjukkan bahwa objek ini sangat jauh sekaligus sangat terang,” kata Matthew Graham, penulis utama studi dan profesor riset astronomi di California Institute of Technology (Caltech). “Ini benar-benar berbeda dari AGN mana pun yang pernah kami lihat.”

Diamati Sejak 2018

Fenomena ini pertama kali terekam oleh Zwicky Transient Facility (ZTF) di Observatorium Palomar, California, pada 2018. Sejak itu, berbagai teleskop di Bumi dan luar angkasa terus memantau semburan tersebut. Hingga laporan ini disusun, cahayanya masih tampak meski perlahan mulai meredup.

Menurut Graham, penurunan kecerahan kemungkinan terjadi karena bintang yang tertelan belum sepenuhnya hancur. “Kondisinya mirip seperti ikan yang baru setengah tertelan oleh paus,” ujarnya menggambarkan.

Fenomena Langka di Alam Semesta

Kecerahan luar biasa J2245+3743 menjadikannya berbeda dari sekitar seratus peristiwa TDE yang pernah teramati sejauh ini. Sebagian besar TDE biasanya redup dan sulit dibedakan dari aktivitas normal lubang hitam, sehingga temuan kali ini menjadi kejutan besar bagi ilmuwan.

Para peneliti menduga masih ada banyak fenomena serupa di berbagai penjuru alam semesta. Mereka berencana menelusuri data tambahan dari ZTF dan observatorium baru Vera C. Rubin untuk menemukan peristiwa sejenis di masa mendatang. (Live Science/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya