Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANDA tahu seberapa cepat kuda berlari? Meski tidak mengetahui angka eksaknya, dapat dibayangkan seberapa cepat larinya. Bagaimana dengan saat berbicara tentang dinosaurus.
Sejauh ini sulit untuk memastikan hewan Zaman Mesozoikum itu. Mungkin perlu mengirimkan manusia ke 66 atau 252 juta tahun untuk memastikannya.
Menurut discoverwildlife.com, Struthiomimus, dinosaurus yang mirip dengan burung unta ini memiliki kecepatan 55 km/jam. Lebih cepat dari rata-rata kecepatan lari seekor anjing atau badak.
Masih mirip seperti burung unta, ada Gallimimus dengan kecepatan 56 km/jam. Ada pula Velociraptor yang bisa berlari sampai 40 km/jam. Ada beberapa pertimbangan bagaimana palentolog memahami kecepatan dinosaurus itu.
Para ilmuwan meneliti jejak kaki dinosaurus yang berada di batu. Dari sana, mereka bisa mengukur panjang langkah dan jarak antar jejak. Kalau jaraknya jauh, berarti dinosaurus itu mungkin sedang berlari cepat.
Menurut National Geographic Indonesia, jejak kaki ini seperti “rekaman nyata” gerakan hewan purba. Tapi, kadang hasilnya bisa salah kalau tanah dulu terlalu lembek atau dinosaurusnya tidak sedang berlari kencang.
Selain jejak kaki, ilmuwan juga mempelajari kerangka dinosaurus. Kaki yang panjang dan ramping menandakan ia mungkin bisa berlari cepat. Mengutip Discover Wildlife menjelaskan, dengan menghitung tinggi pinggul dan panjang kaki, lalu membandingkannya dengan hewan modern, ilmuwan bisa memperkirakan kecepatannya.
Untuk dinosaurus besar seperti Tyrannosaurus rex , para peneliti membuat simulasi komputer agar tahu batas aman kecepatannya. Ternyata T. rex mungkin tak secepat yang dibayangkan saat menonton film. Hewan ini tidak bisa berlari terlalu cepat karena tulangnya bisa patah.
Dinosaurus pemangsa seperti Velociraptor atau Gallimimus punya tubuh ringan dan kaki panjang untuk mengejar mangsa. Sementara dinosaurus besar seperti T. rex atau Triceratops lebih lambat, karena tubuhnya berat dan tidak perlu lari cepat.
Mengutip Discover Wildlife, bentuk tubuh dan peran dinosaurus di alam bisa menjelaskan “mengapa” mereka bergerak secepat itu.
Melansir USGS, kecepatan dinosaurus sulit dipastikan karena banyak faktor: kondisi tanah saat jejak terbentuk, bagian tubuh yang hilang, dan asumsi tentang berat badan atau ototnya. Jadi, angka seperti “T. rex berlari 25 km/jam” atau “Gallimimus bisa 50 km/jam” hanyalah perkiraan terbaik berdasarkan data yang ada.
Pertimbangan-pertimbangan itulah yang menjadi acuan palenteologi dinosaurus. Tentu itulah cara ilmuwan memahami bagaimana evolusi dinosaurus di bumi.
Sumber: Discover Wildlife, USGS, National Geographic Indonesia
Ilmuwan menemukan fosil lengkap kedua Alnashetri di Argentina. Dinosaurus kecil seukuran ayam ini mematahkan teori miniaturisasi dalam evolusi alvarezsauroid.
Spesimen dari La Buitrera menunjukkan bahwa anggota awal kelompok ini belum memiliki adaptasi ekstrem seperti kerabatnya yang lebih muda.
Penelitian terbaru mengungkap hidung Triceratops memiliki fungsi kompleks, termasuk membantu mengatur suhu dan kelembapan tubuh, bukan hanya sebagai indra penciuman.
Fosil menunjukkan garis keturunannya melewati batas K–Pg tanpa punah total. Adaptasi hidup di air dan pola makan fleksibel kemungkinan menjadi faktor kunci.
Dinosaurus jenis Chilesaurus diegosuarezi mematahkan stigma tradisional bahwa dinosaurus yang tampak seperti predator pastilah pemakan daging.
Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved