Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN tutor AI semakin populer di kalangan pelajar. Alat ini menjanjikan kemudahan belajar, tetapi tetap menyisakan banyak pertanyaan.
Hasil uji coba Mashable pada ChatGPT, Claude, dan Gemini menunjukkan kelebihan serta kelemahan berbeda. Para ahli pun berbagi panduan agar siswa bisa lebih bijak memanfaatkannya.
Robbie Torney, direktur senior program AI di Common Sense Media, mengatakan kini belum tersedia penelitian yang benar-benar membuktikan tutor AI mampu meningkatkan hasil belajar maupun prestasi akademik. Ia menyarankan siswa memakai AI dengan tujuan jelas, bukan hanya karena tren.
Chatbot AI sering terlihat memberikan jawaban seolah benar, padahal masih sering salah. Bahkan pada soal matematika pun bisa keliru, sehingga memeriksa ulang sendiri tetap sangat penting. "Semua alat ini masih menghasilkan informasi yang salah yang terdengar masuk akal tetapi tidak benar,” Robbie Torney, Common Sense Media
Jangan berbagi data pribadi dengan tutor AI karena bisa bocor ke publik. AI juga tidak seharusnya dijadikan tempat curhat emosional yang berisiko menimbulkan dampak negatif, seperti menarik diri dari lingkungan sosial hingga menimbulkan rasa putus asa.
Setiap model AI memiliki fitur berbeda, mulai dari kuis hingga kartu flash. Siswa disarankan mencoba berbagai opsi untuk menemukan gaya belajar yang paling sesuai.
AI sebaiknya digunakan untuk memperluas pemahaman, bukan sekadar memahami konsep tertentu atau mempelajari fakta melalui hafalani. Menggunakan pertanyaan terbuka atau variasi konteks membuat ingatan lebih kuat dan bermakna.
Ketika kesulitan memahami konsep, siswa sering terjebak dalam “jurang belajar.” AI mungkin membantu, tetapi jangan bergantung sepenuhnya. Ketekunan dan dukungan manusia tetap dibutuhkan untuk melewati fase sulit tersebut.
Schell, petugas di Dewan Penasihat Pendidikan Tinggi Anthropic, mengatakan bahwa umpan balik dari guru, teman, atau sesama pelajar tidak bisa tergantikan. AI hanya alat tambahan, sementara proses belajar tetap memerlukan interaksi sosial yang bermakna.
Tutor AI memang memberi banyak kemudahan, tapi tidak otomatis membuat belajar lebih sukses. Dengan penggunaan yang bijak dan tetap ada bimbingan manusia, siswa bisa mendapatkan hasil belajar yang lebih maksimal. (mashable/Z-2)
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved