Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT astronaut NASA bersiap menorehkan sejarah baru melalui misi Artemis 2, penerbangan berawak pertama ke bulan dalam lebih dari setengah abad. Jika sesuai rencana, misi ini akan diluncurkan paling cepat 5 Februari 2026 dengan roket raksasa Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion yang baru saja diberi nama Integrity.
Komandan misi, Reid Wiseman, menegaskan peluncuran hanya akan dilakukan jika kendaraan dan tim benar-benar siap. “Kami mungkin tidak mendarat di bulan, tetapi ini adalah misi uji coba, dan kami siap menghadapi setiap skenario saat menjelajah 250.000 mil dengan Orion. Ini akan menjadi pengalaman luar biasa,” ujarnya di Johnson Space Center, Texas.
Selain Wiseman, kru Artemis 2 terdiri dari Victor Glover (pilot), Christina Koch (spesialis misi NASA), serta Jeremy Hansen (astronaut Badan Antariksa Kanada). Misi berdurasi 10 hari ini akan mengorbit bulan lalu kembali ke Bumi, menjadi langkah penting menuju Artemis 3, yaitu pendaratan manusia di bulan pertama sejak era Apollo.
Artemis 2 akan mencetak sejumlah “yang pertama”: penerbangan berawak NASA ke bulan sejak Apollo, kehadiran perempuan dan astronaut kulit berwarna pertama di orbit bulan, serta misi yang membawa manusia lebih jauh ke angkasa daripada Apollo 13 pada 1970. Kru berpotensi melaju hingga 14.500 kilometer di luar orbit bulan.
Meski begitu, para astronaut menekankan fokus utama adalah keselamatan dan kesempurnaan misi. Glover mengatakan dirinya berusaha tidak teralihkan oleh pencapaian besar, melainkan fokus pada tanggung jawab. Koch menambahkan misi ini bukan sekadar soal rekor, melainkan tentang kerja sama, sains, dan persiapan menuju eksplorasi Mars.
Bagi Koch, perjalanan ke bulan bukan hal baru setelah ia memecahkan rekor dengan 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Glover dan Wiseman juga berpengalaman di ISS, sementara Hansen justru baru akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya. “Ini sebuah kehormatan besar,” kata Hansen. “Artemis 2 lebih dari sekadar kembali ke bulan; ini tentang mengejar keunggulan.”
NASA menargetkan Artemis 2 diluncurkan antara Februari hingga April 2026, setelah sebelumnya sempat tertunda karena evaluasi perisai panas Orion dari misi uji coba Artemis 1.
Misi ini juga memiliki dimensi geopolitik. Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, menegaskan bahwa Artemis adalah kunci menjaga keunggulan Amerika di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok dalam “perlombaan luar angkasa” baru. “Kami tidak akan membiarkan Tiongkok lebih dulu kembali ke bulan,” tegasnya.
Namun, Hansen menilai kolaborasi internasional tetap penting. “Kami mengejar keunggulan, dan dengan itu, kita bisa menginspirasi kerja sama global,” katanya. Glover menutup dengan menyebut misi Artemis sebagai “estafet,” di mana keberhasilan Artemis 2 akan menjadi fondasi bagi pendaratan bersejarah Artemis 3 di permukaan bulan. (Space/Z-2)
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Ilmuwan temukan cara melacak jalur jatuh sampah antariksa menggunakan sensor seismik monitor gempa. Metode ini diklaim lebih akurat dibanding radar tradisional.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved