Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA penggemar astronomi di Indonesia, bersiaplah untuk menyaksikan rangkaian fenomena langit yang menakjubkan sepanjang bulan Mei 2025. Dari hujan meteor hingga konjungsi planet, langit malam akan menawarkan pemandangan yang sulit dilupakan.
Pada 5 Mei 2025, pukul 03.00 WIB langit akan dipenuhi dengan kilauan bintang dari hujan meteor Eta Aquarid. Fenomena ini memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan puluhan meteor meluncur indah di langit malam.
Keindahan langit akan semakin terasa pada tanggal 4 Mei 2025, pukul 22.00 WIB, ketika bulan berdampingan dengan Mars. Saat itu menciptakan pemandangan memukau yang pantas untuk diabadikan.
Pada 10 Mei 2025, sekitar pukul 19:00 WIB, Bulan akan berdekatan dengan bintang Spica yang secerah matahari di rasi Virgo. Fenomena ini akan terlihat jelas usai Matahari terbenam dan menjelang fajar.
Beralih ke tanggal 14 Mei 2025 pukul 21:00 WIB, Bulan akan berpasangan dengan Antares, bintang merah yang bersinar terang di rasi Scorpius.
Pada selubung fajar tanggal 23 Mei 2025 pukul 04:00 WIB, Bulan akan berbagi langit dengan planet bercincin, Saturnus, menawarkan pemandangan spektakuler untuk pengamatan teleskopik.
Keesokan harinya, pada 24 Mei, planet Venus akan berpapasan dengan Bulan. Keduanya akan menjadi objek terang yang mudah diamati sebelum Matahari terbit.
Menjelang akhir bulan, tepatnya pada 28 Mei 2025 pukul 18:00 WIB, planet terbesar di tata surya, Jupiter, akan berkonjungsi dengan Bulan, menjadi penutup manis bagi parade langit sepanjang Mei.
Selain fenomena-fenomena menarik tersebut, para pengamat juga dapat memanfaatkan awal bulan Mei untuk mengamati planet Venus, Mars, dan Jupiter yang berada di rasi Pisces. Langit cerah dan lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, keajaiban-keajaiban langit bulan Mei 2025 ini siap memukau anda. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan keindahan alam semesta. (Forbes/Z-2)
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Momentum ini terjadi secara beruntun, sehingga penghujung tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit.
Hujan meteor Southern Taurids mencapai puncaknya pada 4-5 November 2025. Saksikan meteor cerah dan bola api spektakuler yang muncul di langit.
Pada 25 September 2024, langit malam akan memberikan pemandangan yang menakjubkan bagi para pengamat bintang ketika Bulan dan Mars mengalami konjungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved