Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GMAIL, layanan email yang dimiliki Google saat ini sudah memiliki kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang bisa membantu pengguna Gmail dalam mencari surat elektronik (surel) di Gmail dengan lebih efisien dan mudah.
Dengan adanya fitur tersebut, kini penelusuran di Gmail lebih cerdas, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil pencarian yang paling relevan dengan lebih cepat. Hal tersebut diumumkan melalui laman resmi Google pada Kamis (20/3).
"Alih-alih hanya menampilkan email dalam urutan kronologis berdasarkan kata kunci, hasil penelusuran Gmail kini mempertimbangkan elemen seperti keterkinian, email yang paling banyak diklik, dan kontak yang sering dihubungi," pernyataan di situs resmi Google.
PENELUSURAN LEBIH CEPAT
Google menyampaikan bahwa pembaruan fitur tersebut membantu pengguna mendapatkan surel yang dicari dengan lebih cepat. Selain itu, surel tersebut akan muncul di bagian atas hasil penelusuran. Sehingga pengguna akan lebih menghemat waktu dalam mencari informasi penting saat menggunakan layanan Gmail.
Hasil penelusuran 'Paling relevan' diluncurkan secara global bagi para pengguna dengan akun Google pribadi dan bisa diakses di web dan di aplikasi Gmail resmi untuk Android dan iOS.
Pembaruan di layanan Gmail ini akan muncul secara berkala di setiap masing-masing pengguna. Cara mengetahui pembaruan ini telah ada di akun Gmail kamu yaitu setelah kamu bisa mengalihkan hasil pencarian antara hasil 'paling relevan' dan 'terbaru'. Selain itu, Google juga menyampaikan layanan tersebut akan diperluas ke pengguna bisnis di masa mendatang.
(H-1)
Di sektor pendidikan, BenQ fokus mendukung metode Bring Your Own Device (BYOD) yang memungkinkan integrasi perangkat pribadi siswa ke dalam ekosistem digital sekolah secara aman.
Aplikasi gaya hidup Muslim, Muslim Pro, resmi meluncurkan rangkaian fitur terbaru yang dirancang khusus untuk menunjang kegiatan ibadah selama bulan Ramadan.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
Isu-isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam World Privacy Day Conference (WPDC) 2026 yang digelar pada 28 Januari 2026 di BINUS University Alam Sutera.
Dalam kaitannya dengan AI, UU PDP berfungsi sebagai pedoman atau rulebook yang harus dipatuhi.
Namun demikian, ujarnya AI harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved