Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LETUSAN besar di Matahari yang melontarkan plasma matahari ke arah Bumi pada Jumat lalu dapat memicu badai geomagnetik kuat akhir pekan ini. Kondisi ini berpotensi memperkuat tampilan aurora di wilayah utara Amerika Serikat.
Letusan matahari ini, yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME), terjadi pada Jumat (21/3), bersamaan dengan terbukanya "lubang koronal" di Matahari yang melepaskan aliran partikel matahari berkecepatan tinggi ke arah Bumi. Akibatnya, kombinasi material matahari ini diperkirakan akan mencapai Bumi akhir pekan ini, memperkuat tampilan cahaya utara pada Sabtu (22/3) malam hingga Minggu (23/3) pagi.
"Aliran kecepatan tinggi dari lubang koronal dan kedatangan coronal mass ejection kemungkinan akan bergabung malam ini (Sabtu, 22/3), membawa peningkatan hingga kecepatan angin matahari yang kuat untuk sementara waktu," tulis Kantor Meteorologi Inggris dalam pembaruannya hari ini.
Di Amerika Serikat, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) telah mengeluarkan peringatan badai geomagnetik kuat kelas G3 untuk Minggu. Aurora kemungkinan akan terlihat sejauh selatan Oregon dan beberapa negara bagian di Midwest bagian bawah.
"Peringatan pada level ini jarang terjadi, tetapi bukan hal yang tidak biasa," tulis pejabat NOAA dalam peringatan tersebut.
Aurora terjadi ketika partikel bermuatan dari angin matahari mencapai Bumi dan dipandu ke wilayah kutub oleh medan magnet planet ini. Ketika partikel tersebut berinteraksi dengan atmosfer atas, mereka menciptakan cahaya yang biasanya berwarna hijau dan dapat dilihat oleh pengamat langit. Lonjakan interaksi ini dapat mencapai tingkat badai geomagnetik seperti yang diprediksi NOAA pada akhir pekan ini.
Ketika Matahari melepaskan suar matahari besar, letusan, atau aliran partikel, aktivitas aurora bisa meningkat, membuat cahaya utara terlihat lebih jauh ke selatan dari wilayah kutubnya yang biasa. Peningkatan aktivitas matahari juga dapat menghasilkan warna aurora yang lebih bervariasi, seperti merah dan ungu yang menakjubkan, selain warna hijau khasnya.
Jika Anda berada di wilayah yang memungkinkan untuk melihat aurora akhir pekan ini, carilah tempat dengan langit tergelap. Polusi cahaya dari kota atau lampu jalan dapat mengganggu tampilan aurora, seperti halnya saat hujan meteor. (space/Z-2)
Aurora dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling indah di dunia. Cahaya berwarna hijau, ungu, hingga merah muda yang menari di langit malam ini kerap terlihat di negara-negara dekat kutub.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Langit menyimpan banyak fenomena langit unik dan menakjubkan yang sering luput dari perhatian. Beberapa di antaranya terlihat aneh dan tak biasa, namun semuanya nyata.
Letupan surya kelas X yang terjadi pada November berhasil direkam teleskop GREGOR di Spanyol.
Badai matahari besar diprediksi tiba 1-3 September 2025. Fenomena langka “cannibal CME” berpotensi munculkan aurora di wilayah yang jarang tersinari.
Teleskop James Webb berhasil merekam aurora di kutub Jupiter dengan intensitas luar biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved