Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MATAHARI kembali menunjukkan aktivitasnya yang luar biasa. Dalam beberapa pekan terakhir, serangkaian letusan matahari yang dahsyat telah terjadi, dan beberapa di antaranya berhasil diabadikan oleh berbagai wahana antariksa.
Para ilmuwan telah lama memprediksi bahwa Matahari akan mencapai puncak aktivitasnya, yang dikenal sebagai maksimum matahari, dalam siklus 11 tahunannya. Saat ini, Matahari sedang mendekati periode tersebut, dan peningkatan aktivitasnya sangat jelas terlihat.
Letusan matahari, yang juga dikenal sebagai lontaran massa korona (CME), adalah ledakan besar plasma dan medan magnet dari atmosfer luar Matahari. Dampaknya dari ledakan ini dapat melepaskan energi yang setara dengan miliaran bom hidrogen.
Wahana antariksa seperti Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA dan Solar Orbiter milik European Space Agency (ESA) telah berhasil menangkap gambar-gambar menakjubkan dari letusan-letusan ini.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan lidah api raksasa yang melesat keluar dari permukaan Matahari, menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Letusan matahari yang kuat dapat memiliki dampak signifikan pada Bumi. CME yang mengarah ke Bumi dapat menyebabkan badai geomagnetik, yang dapat mengganggu jaringan listrik, sistem komunikasi, dan satelit.
Namun, badai geomagnetik juga dapat menghasilkan fenomena alam yang indah, seperti aurora borealis (cahaya utara) dan aurora australis (cahaya selatan). Menurut beberapa berita yang beredar, pada awal Mei 2024 ini, bumi mengalami badai geomagnetik terkuat sejak tahun 2003.
Para ilmuwan terus memantau aktivitas Matahari dengan cermat untuk memahami lebih lanjut tentang proses yang mendasarinya dan untuk memprediksi dampaknya pada Bumi.
Dengan data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa, mereka berharap dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memprediksi badai geomagnetik dan melindungi infrastruktur kritis dari dampaknya.
Pemantauan aktivitas Matahari sangat penting untuk melindungi Bumi dari potensi dampak buruk badai geomagnetik. Dengan memahami lebih baik tentang Matahari, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko dan memastikan keamanan infrastruktur kita.
Sumber: Space.com
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved