Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Antariksa Eropada (ESA) mengungkapkan kemungkinan asteroid seukuran lapangan sepak bola yang akan menghantam bumi tahun 2032 turun menjadi 0,001%.
Seminggu yang lalu, asteroid itu mencetak rekor baru karena memiliki probabilitas tertinggi untuk menabrak Bumi 3,1% menurut NASA dan 2,8% menurut ESA. Komunitas pertahanan planet telah memindai langit.
Namun, seperti yang diharapkan secara luas pengamatan baru dari teleskop di seluruh dunia mempersempit area ketidakpastian di mana asteroid dapat menyerang, semakin mengesampingkan kemungkinan serangan langsung.
ESA mengatakan peluangnya sekarang turun menjadi 0,001%, menambahkan tingkat ancaman pada skala bahaya dampak Torino menjadi nol setelah mencapai level tiga dari 10 yang mungkin minggu lalu.
Asteroid yang disebut 2024 YR4, ditemukan pada Desember. Diperkirakan lebarnya 40-90 meter, yang berarti berpotensi menghancurkan sebuah kota. Tanggal tumbukan seharusnya adalah 22 Desember 2032, tetapi sekarang sangat mungkin asteroid itu hanya akan memperbesar melewati Bumi.
Terlepas dari risiko anjlok, Teleskop Luar Angkasa James Webb masih akan mengamati asteroid dalam beberapa bulan mendatang, kata ESA.
Para ilmuwan menekankan bahkan jika asteroid telah menuju ke arah kita, Bumi sekarang mampu melawan. Dalam tes pertama pertahanan planet kita, misi DART NASA berhasil mengubah lintasan asteroid yang tidak berbahaya tahun 2022 dengan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke dalamnya.
Beberapa teleskop baru, seperti Vera Rubin dan Flyeye yang hampir beroperasi akan memungkinkan para astronom untuk melihat asteroid lebih cepat. Begitu juga misi peringatan dini NEOMIR yang direncanakan Eropa.
Terakhir kali sebuah asteroid yang lebih besar dari 30 meter menimbulkan risiko yang signifikan adalah Apophis tahun 2004, ketika secara singkat memiliki peluang 2,7 persen untuk menabrak Bumi pada 2029, sebuah kemungkinan yang juga dikesampingkan melalui pengamatan tambahan. (sciencealert/Z-2)
Asteroid 2024 YR4 memiliki peluang 4% menabrak Bulan pada 2032. Ilmuwan memprediksi kilatan cahaya, gempa Bulan, hingga puing yang berpotensi menuju Bumi.
Asteroid 2024 YR4 berdiameter 65 meter diperkirakan memiliki peluang 4% menabrak Bulan pada Desember 2032.
Asteroid 2024 YR4 dijuluki sebagai “city killer” karena ukurannya sekitar 60 meter, cukup besar untuk menghancurkan sebuah kota jika menghantam langsung Bumi.
Sekelompok ilmuwan, termasuk dari NASA. Mengkaji kembali opsi menghadapi batuan antariksa lain yang dinamai 2024 YR4. Menurut data dari Center for Near Earth Objects milik NASA.
Asteroid 2024 YR4 sempat diprediksi menabrak Bumi pada Desember 2032, namun analisis terbaru menunjukkan asteroid ini tumbukannya dengan Bulan justru meningkat hingga 3,8%.
Asteroid 2024 YR4 sempat menimbulkan kekhawatiran menabrak Bumi tahun 2032. Kini asteroid berdiameter 60 meter ini tetap menjadi fokus penelitian ilmuwan.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved