Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMUNGKINAN adanya lautan cair di bawah permukaan bulan-bulan yang mengorbit Uranus mendorong NASA mulai merencanakan misi baru mengirim pesawat ruang angkasa ke planet raksasa es tersebut.
Misi ini masih berada dalam tahap perencanaan konseptual. Jika misi ini terealisasi, ini akan menjadi yang kedua dalam sejarah yang mengunjungi Uranus, setelah Voyager 2 melewati planet ini pada 1986. Jika ditemukan lautan air di dalam bulan-bulan Uranus, kita mungkin mendapatkan jawaban atas pertanyaan mendalam yang dapat membantu pencarian kehidupan di antara bintang-bintang.
Doug Hemingway, seorang ilmuwan planet di University of Texas Institute for Geophysics (UTIG) yang mengembangkan model komputer untuk mendeteksi lautan dalam misi Uranus, mengatakan menemukan lautan cair di bulan-bulan Uranus bisa berarti ada lebih banyak dunia di galaksi kita yang memiliki bahan utama untuk kehidupan dibandingkan yang kita ketahui.
"Penemuan lautan cair di dalam bulan-bulan Uranus akan mengubah cara pandang kita tentang kemungkinan lokasi kehidupan," kata Hemingway.
Semua bulan berosilasi atau "bergoyang" saat mengorbit, tetapi bulan yang memiliki lautan di dalamnya bergoyang lebih besar akibat cairan yang bergerak di dalamnya. Oleh karena itu, menentukan seberapa besar bulan-bulan Uranus bergoyang saat mengorbit dapat memberikan informasi kepada para ilmuwan untuk menentukan apakah bulan-bulan Uranus memiliki lautan di dalamnya.
Goyangan ini diukur menggunakan kamera pesawat ruang angkasa. Dengan metode ini sebelumnya, para ilmuwan menentukan bulan Saturnus, Enceladus, memiliki lautan. Model komputer yang dikembangkan Hemingway dirancang untuk membantu metode serupa diterapkan pada bulan-bulan Uranus.
Menggunakan perhitungan teoretis yang dibuat Hemingway, model komputer tersebut menghasilkan berbagai skenario yang mungkin terjadi saat pesawat ruang angkasa melewati Uranus. Jadi, ketika pesawat ruang angkasa mengumpulkan data tentang goyangan bulan, NASA dapat menggunakannya untuk menggambarkan karakteristik lautan di dalamnya.
Model yang dibuat Hemingway "bisa menjadi penentu antara menemukan lautan atau menyadari kita belum memiliki kemampuan tersebut saat tiba di sana," kata Krista Soderlund, Profesor Riset Associate di UTIG dan anggota tim sains misi Europa Clipper, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dalam pernyataannya.
Pada Oktober, penelitian baru yang diterbitkan di Planetary Science Journal menyarankan salah satu bulan Uranus, Miranda, mungkin pernah memiliki lautan air cair di bawah permukaannya. Penelitian ini menggunakan gambar-gambar lama dari Voyager 2, yang coba direkayasa ulang oleh para ilmuwan untuk mencari petunjuk tentang struktur internal yang dapat menjelaskan mengapa permukaan Miranda tampak seperti itu saat difoto Voyager 2.
Planet ketujuh dari Matahari ini terus memberikan kejutan. Tahun lalu, astronom di Chile menemukan bulan baru yang mengorbit Uranus dengan diameter hanya 8 kilometer. (Space/Z-3)
Penelitian baru mengungkapkan bahwa kita sebenarnya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi di dalam planet-planet ini, sehingga para peneliti mengusulkan agar Uranus dan Neptunus
Analisis baru data Voyager 2 menangkap Uranus pada momen langka ketika sabuk radiasi planet itu dipenuhi elektron berenergi tinggi akibat interaksi angin matahari.
Penelitian terbaru menantang pandangan lama tentang Uranus dan Neptunus sebagai “raksasa es”.
Studi terbaru mengungkap Ariel, salah satu bulan Uranus, kemungkinan pernah memiliki lautan bawah permukaan sedalam 170 km.
Uranus dikenal sebagai “planet miring” karena sumbunya yang ekstrem. Simak fakta menarik tentang planet ini.
Astronom menggunakan Teleskop Antariksa James Webb milik NASA, menemukan bulan mungil yang mengorbit Uranus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved